Analisis perilaku konsumen produk kosmetika khususnya kosmetika muslimah dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran pada pt. pusaka tradisi ibustudi kasus pada produk kosmetika merek wardah
Main Author: | Hutagalung, Virleidya Lusinta |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2002
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/1/r18_01-VirleidyaLusintahutagalung-cover.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/2/r18_02-VirleidyaLusintahutagalung-ringkasaneksekutif.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/3/r18_03-VirleidyaLusintahutagalung-daftarisi.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/4/r18_04-VirleidyaLusintahutagalung-pendahuluan.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/ |
ctrlnum |
1022 |
---|---|
fullrecord |
<?xml version="1.0"?>
<dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><relation>http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/</relation><title>Analisis perilaku konsumen produk kosmetika khususnya kosmetika muslimah dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran pada pt. pusaka tradisi ibustudi kasus pada produk kosmetika merek wardah</title><creator>Hutagalung, Virleidya Lusinta</creator><subject>Manajemen Pemasaran</subject><description>Kosmetika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penampilan, 
karena penampilan merupakan refleksi citra diri seseorang. Pada saat ini 
kebutuhan terhadap kosmetika terus meningkat seiring dengan munculnya jenis jenis 
kosmetika baru yang memiliki berbagai macam fungsi mengikuti 
perkembangan kebutuhan para wanita" baik itu produk dalamnegeri maupun 
produk luar negeri. Peningkatan ini mendorong tumbuh dan berkembangnya 
industri-industri kosmetika, sehingga tak heran jika bisnis kosmetika berkembang 
menjadi sebuah industri besar didunia termasuk di Indonesia. Sampai saat ini 
industri kosmetika yang ada di Indonesia terdiri dari 81 perusahaan" untuk 
kategori perusahaan kosmetika kecil-menengah, dan 33 perusahaan besar, 
sehingga menimbulkan persaingan yang cukup ketat di kalangan industri 
tersebut. Oari keseluruhan perusahaan kosmetika yang ada di Indonesia, terlihat 
bahwa perkembangan produksi industri kosmetika di Indonesia selama tiga tahun 
terakhir mengalami peningkatan, pada tahun 1997 mengalami peningkatan 
sebesar 62,0%, tahun 1998 sebesar 84,02% dan tahun 1999 sebesar 111,50%. 
Oi Indonesia omzet penjualan total produk kosmetika bisa mencapai satu trilyun 
rupiah setiap bulannya. 

PT. Pusaka Tradisi Ibu merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di 
bidang kosmetika, dengan memanfaatkan sebagian besar kekayaan sumber 
daya alam lokal sebagai bahan bakunya. Oi tengah raksasa persaingan industri 
kosmetika, perusahaan ini mengambil segmen pasar kosmetika islami, karena 
dilihat dari total produsen kosmetika di Indonesia hanya 0,3 persen yang mengisi 
pangsa pasar kosmetika islami, di sinilah PT. Pusaka Tradisi Ibu merebut hati 
kaum muslimah di tanah air sebagai produsen kosmetika islami." Saat ini 
pendapatan perusahaan terus meningkat, dan sudah mencapai 2,5 milyar 
perbulan. Dalam rangka menyiasati peluang yang ada, saat ini PT. Pusaka 
Tradisi Ibu ingin terus memprofesionalkan perusahaannya dan mengembangkan 
bisnisnya yang dilakukan melalui upaya perbaikan yang berkesinambungan. 
Pengembangan usaha saat ini ditujukan untuk peningkatan daya saing produk 
di pasaran sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar dan dapat menembus 
pasar ekspor. 

Sebagai produk yang memiliki prospek untuk dikembangkan, agar 
kosmetika islami ini dapat sukses di pasar maka diperlukan strategi pemasaran 
yang tepat dan efektif. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan 
preferensi konsumen, yaitu bagian dari perilaku konsumen yang menitikberatkan 
pada sikap dan persepsi konsumen akan keinginan dan kebutuhan atas suatu 
produk, faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam membuat 
keputusan untuk membeli produk tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan 
dapat diketahui gambaran produk kosmetika yang sebenarnya disukai 
konsumen, sehingga perusahaan dapat menerapkan suatu strategi pemasaran 
yang efektif untuk produk kosmetikanya. 

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah dirumuskan 
sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumen 
produk kosmetika tata rias, menganalisis perilaku konsumen kosmetika dan 



konsumen kosmetika muslimah dalam tahapan keputusan pembelian, 
menganalisis strategi bauran pemasaran PT Pusaka Tradisi Ibu dalam usaha 
meningkatkan daya saing dan pangsa pasar terhadap produk kosmetika islami, 
merekomendasikan alternatif strategi bauran pemasaran produk kosmetika 
muslimah yang tepat dan bermanfaat bagi PT. Pusaka Tradisi Ibu. 

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analisis konsumen. Penelitian 
yang dilakukan di PT. Pusaka Tradisi Ibu terbatas pada produk kosmetika 
tatarias (make-up) merek Wardah. Langkah-langkah dalam penelitian ini 
dilakukan melalui kegiatan riset produk yang meliputi analisis terhadap perilaku 
konsumen dalam pemilihan produk kosmetika, persepsi konsumen terhadap 
produk kosmetika dan kosmetika islami, penilaian konsumen terhadap produkproduk 
kosmetika yang populer di pasar san perumusan alternatif strategi bauran 
pemasaran produk tersebut bagi pengembangan usaha PT. Pusaka Tradisi Ibu. 

Penelitian dilaksanakan di PT. Pusaka Tradisi Ibu, yang bertempat di 
Jalan Swadharma Raya Gg. Kampung Baru V No,44 Jakarta Selatan. Waktu 
penelitian dimulai bulan Mei sampai dengan Agustus tahun 2001. Metode yang 
digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus untuk analisis strategi 
bauran pemasaran, dan survei konsumen untuk menganalisis perilaku konsumen 
terhadap produk yang diteliti. Metode ini untuk memperoleh gambaran yang jelas 
mengenai subyek yang diteliti, yang berguna bagi formulasi strategi bauran 
pemasaran pada perusahaan. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah 
data kuantitatif dan datakualitatif.

Pada penelitian ini teknik penentuan sampel atau pengambilan contoh 
berdasarkan metode non probability sampling (sampel tidak berpeluang). 
Prosedur penarikan contoh dilakukan secara purposive (sengaja) kepada 
responden wanita yang sedang berada dilokasi penjualan kosmetika tatarias dan 
yang sedang/telah membeli produk-produk kosmetika. Lokasi penyebaran 
kuesioner terbagi dua yaitu melalui agen dan distributor pada saat melakukan 
penjualan kosmetika islami yang diproduksi PT. Pusaka Tradisi Ibu dan lokasi 
umum yaitu tempatltoko yang menjual produk kosmetika, counter kosmetika dan 
salon kecantikan. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 100 orang. 70 
responden merupakan konsumen dari kosmetika islami yang diambil secara 
sengaja melalui distributor dan agen. Tujuannya adalah untuk lebih 
memfokuskan kepada penyelesaian masalah yang dikaji pada perielitian ini 
terhadap produk kosmetika dari PT. Pusaka Tradisi Ibu. 30 responden sisanya 
diambil secara sengaja dilokasi penjualan umum. Tujuannya adalah untuk 
melihat potensi pasar yang ada terhadap produk-produk kosmetika tatarias, dan 
untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk 
kosmetika secara umum, yang mana hasilnya dapat dijadikan bahan 
pertimbangan oleh perusahaan dalam memproduksi dan memasarkan produkproduknya. 


Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif yang 
dimulai dengan pengujian reliabilitas alat ukur (kuesioner), tabulasi deskriptif 
yang bertujuan untuk untuk mendapatkan gambaran tentang data konsumen 
secara keseluruhan berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner, dan analisis 
sikap dan persepsi konsumen. Analisis mengenai sikap dan persepsi dimulai 
dengan menganalisis data demografi responden, yang dilanjutkan dengan 
menganalisis data preferensi konsumen terhadap atribut produk kosmetika biasa 
maupun kosmetika muslimah yang dinilai berdasarkan scoring dengan skala 
tingkat kepentingan (5,4,3,2,1). Atribut produk yang digunakan sebagai pedoman 
penilaian preferensi konsumen terhadap produk kosmetika tersebut adalah : 
mutu, merek, harga, ketersediaan, warna, wangi, faktor kecocokan, ukuran dan 
kesan kemasan, label halal. Data atribut responden diolah dengan menggunakan 


metode analisis Fishbein dan analisis Siplot. Pada metode Fishbein akan 
diketahui sikap konsumen terhadap atribut produk kosmetika tatarias, dan 
pengolahan data dengan analisis Siplot menghasilkan suatu informasi mengenai 
posisi relatif produk dan kedekatannya dengan atribut yang dapat dijadikan 
sebagai pendukung hasil penilaian sikap konsumen pada metode Fishbein. 

Hasil penelitian yang dilakukan pada perusahaan dapat disimpulkan bahwa 
berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 100 responden, sebanyak 98 orang 
menyatakan bahwa penggunaan kosmetika dapat mendukung penampilan dan 
merasakan ada yang kurang bila tidak menggunakan kosmetika. Responden 
sebagian besar menyatakan bahwa manfaat yang dicari dari pemakaian 
kosmetika tersebut adalah agar terlihat rapi. Sumber informasi yang diperoleh 
konsumen mengenai produk kosmetika tata rias ini sebagian besar mendapat 
informasi dari televisi, sedangkan penilaian yang menarik dari iklan yang 
disampaikan menurut 65 % responden adalah isi informasi yang disampaikan. 
Fokus perhatian pada iklan dan pertimbangan awal konsumen dalam pemilihan 
suatu produk kosmetika mempunyai kesamaan alasan yaitu mengenai manfaat 
yang akan diperoleh. Loyalitas konsumen terhadap produk kosmetika sangat 
baik, hal ini ditunjukkan dengan alasan mereka untuk tidak mengganti merek lain 
(83%) karena kosmetika yang selama ini digunakan sudah cocok, dan responden 
menyatakan akan mencari ketempat lain bila produk yang mereka cari tidak ada. 
Sedangkan pendapat'sebagian besar responden mengenai kualitas suatu produk 
kosmetika dilihat dari merek kosmetikanya dan harganya. Pendapat responden 
mengenai kesan kemasan dan warna-warna yang difavoritkan adalah sebanyak 
32% responden menginginkan kemasan yang higienis/bersih dan unik (26%), 
dan 58% responden memilih warna sesuai warna kulitnya. Adapun merek 
kosmetika tatarias yang paling diingat konsumen adalah merek Sari Ayu. 

Dari 100 responden yang diteliti, 70 orang merupakan konsumen kosmetika 
muslimah. Dari 30 orang responden lainnya 19 orang menyatakan mengenal 
produk tersebut tetapi belum pernah menggunakan dan sisanya tidak 
mengetahui produk tersebut. Adapun yang menjadi alasan merek untuk tidak 
mencobanya adalah karena produk tersebut sulit didapat dan produknya kurang 
eksklusif. Sedangkan pengalaman konsumen terbanyak dalam mengunakan 
kosmetika muslimah adalah konsumen kosmetika merek Wardah sebanyak 61% 
dan kemudian merek Zahra 31%. Merek-merek kosmetika muslimah yang 
diketahui oleh responden adalah merek-merek kosmetika yang diproduksi oleh 
PT. Pusaka Tradisi Ibu. Kesetiaan konsumen produk kosmetika muslimah ini 
sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari pendapat mereka untuk tidak 
menggantikan merek yang sudah digunakan sebanyak 65%. Pembelian produk 
kosmetika muslimah oleh, responden sebagian besar melalui distributor. 
Penilaian responden pada umumnya, terhadap produk kosmetika Wardah ini 
belum begitu baik terbukti dari penilaian terhadap atribut-atributnya masih 
dibawah rata-rata (3). Khususnya untuk atribut merek, warna, wangi, kemasan 
dan ketersediaan, sedangan atribut mutu sudah cukup bagus, namun bila dinilai 
dengan produk yang lainnya kualias produk Wardah masih dibawah. Adapun 
slogan yang dimiliki oleh produk kosmetika muslimah ini oleh sebagian besar 
konsumennya sudah tepat karena sudah dapat mewakili produk tersebut. 

Seluruh penilaian atas sikap dan pilihan konsumenterhadap atribut produk 
kosmetika jenis tata rias umumnya maupun atribut yang dimiliki produk 
kosmetika tata rias merek Wardah, penilaian terhadap keterkaitan atribut dengan 
posisi produk dan penilaian terhadap faktor-faktor' yang mempengaruhi 
keputusan konsumen dalam pemilihan produk kosmetika tata rias ini dituangkan 
dalam suatu rekomendasi pengembangan strategi pemasaran. (1) Segmentasi 
dapat dilakukan berdasarkan aspek demografi, psikografi dan perilaku konsumen 


dan berbasis religius. (2) Target pasar yang potensial bagi pemasaran produk 
kosmetika muslimah ini adalah konsumen dengan kisaran usia 25 -34 tahun, 
pendidikan 81, wanita muslimah yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga 
maupu mahasiswa yang ingin memperoleh hasil terbaik untuk penampilannya 
dengan menggunakan produk kosmetika tersebut, serta berada pada kelas sosial 
menengah. (3) Positioning produk kosmetika muslimah diberikan dengan 
penekanan pada keunggulan kualitas dan mutu dengan harga yang terjangkau 
dan memiliki sertifikat halal pada produknya yang menggunakan bahan baku 
alami yang aman dan bebas alkohol, sehingga konsumen bebas memakainya 
setiap saat termasuk pada saat melakukan ibadah. 8elain itu agar dapat 
bersaing dengan merek-merek kosmetika lainnya dan memperluas pangsa pasar 
kosmetika muslimah khususnya merek Wardah ini alternatif strategi baur!in 
pemasaran yang direkomendasikan adalah (1) perbaikan produk dari segi 
kemasan, warna dan wanginya, (2) penetapan harga disesuaikan pasar 
sasarannya, (3) melakukan penambahan saluran distribusi, (4) melakukan 
promosi yang efektif agar merek dapat lebih dikenal secara luas baik melalui 
iklan televisi, majalah/tabloid maupun melalui direct selling dan promosi 
penjualan.

Berdasarkan hasil penelitian survei konsumen yang dilakukan terhadap 
kosmetika tatarias ini, ada beberapa saran, yang dapat membantu 
pengembangan bisnis perusahaan, yaitu perusahaan perlu meningkatkan atributatribut 
pada produk kosmetikanya yang masih mendapat penilaian rendah 
dibandingkan produk kosmetika dikelasnya terutama pada kemasan, keragaman 
warnanya, wangi, dan ketersediaannya. Dalam hal kemasan. keragaman warna 
dan wanginya disesuaikan dengan penilaian konsumen terhadap atribut tersebut 
yang dinilai menarik dan bagus oleh konsumen dengan tetap mencirikan produk 
islaminya. Perusahaan memperluas jalur distribusinya tidak hanya melalui 
distributor melainkan juga melakukan direct selling melalui supermarket maupun 
toko-toko kosmetika dengan harga yang masih dapat dijangkau oleh konsumen 
menengah. sedangkan untuk penjualan keliling sebaiknya tidak dilakukan karena 
dapat menurunkan citra produk tersebut. selain itu diperlukan penambahan 
kegiatan-kegiatan promosi, seperti melakukan promosi melalui majalah/tabloid 
yang sesuai pasar sasaran. Melakukan promosi penjualan dengan memberikan 
sampel-sampel gratis maupun demonstrasi tata rias kecantikan. Mengadakan 
seminar kecantikan atau keagamaan pada even tertentu. 8elain itu bila 
memungkinkan dari segi kondisi keuangan disarankan juga untuk melakukan 
promosi melalui media televisi agar dapat meningkatkan awareness terhadap 
produk Wardah dan mengedukasi konsumen mengenai manfaat dan keunggulan 
dari produk kosmetika islami ini khususnya bagi wanita muslim
</description><date>2002</date><type>Thesis:Thesis</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/1/r18_01-VirleidyaLusintahutagalung-cover.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/2/r18_02-VirleidyaLusintahutagalung-ringkasaneksekutif.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/3/r18_03-VirleidyaLusintahutagalung-daftarisi.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/4/r18_04-VirleidyaLusintahutagalung-pendahuluan.pdf</identifier><identifier> Hutagalung, Virleidya Lusinta (2002) Analisis perilaku konsumen produk kosmetika khususnya kosmetika muslimah dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran pada pt. pusaka tradisi ibustudi kasus pada produk kosmetika merek wardah. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor. </identifier><recordID>1022</recordID></dc>
|
language |
eng |
format |
Thesis:Thesis Thesis PeerReview:NonPeerReviewed PeerReview Book:Book Book |
author |
Hutagalung, Virleidya Lusinta |
title |
Analisis perilaku konsumen produk kosmetika khususnya kosmetika muslimah dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran pada pt. pusaka tradisi ibustudi kasus pada produk kosmetika merek wardah |
publishDate |
2002 |
topic |
Manajemen Pemasaran |
url |
http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/1/r18_01-VirleidyaLusintahutagalung-cover.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/2/r18_02-VirleidyaLusintahutagalung-ringkasaneksekutif.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/3/r18_03-VirleidyaLusintahutagalung-daftarisi.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/4/r18_04-VirleidyaLusintahutagalung-pendahuluan.pdf http://repository.sb.ipb.ac.id/1022/ |
contents |
Kosmetika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penampilan,
karena penampilan merupakan refleksi citra diri seseorang. Pada saat ini
kebutuhan terhadap kosmetika terus meningkat seiring dengan munculnya jenis jenis
kosmetika baru yang memiliki berbagai macam fungsi mengikuti
perkembangan kebutuhan para wanita" baik itu produk dalamnegeri maupun
produk luar negeri. Peningkatan ini mendorong tumbuh dan berkembangnya
industri-industri kosmetika, sehingga tak heran jika bisnis kosmetika berkembang
menjadi sebuah industri besar didunia termasuk di Indonesia. Sampai saat ini
industri kosmetika yang ada di Indonesia terdiri dari 81 perusahaan" untuk
kategori perusahaan kosmetika kecil-menengah, dan 33 perusahaan besar,
sehingga menimbulkan persaingan yang cukup ketat di kalangan industri
tersebut. Oari keseluruhan perusahaan kosmetika yang ada di Indonesia, terlihat
bahwa perkembangan produksi industri kosmetika di Indonesia selama tiga tahun
terakhir mengalami peningkatan, pada tahun 1997 mengalami peningkatan
sebesar 62,0%, tahun 1998 sebesar 84,02% dan tahun 1999 sebesar 111,50%.
Oi Indonesia omzet penjualan total produk kosmetika bisa mencapai satu trilyun
rupiah setiap bulannya.
PT. Pusaka Tradisi Ibu merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang kosmetika, dengan memanfaatkan sebagian besar kekayaan sumber
daya alam lokal sebagai bahan bakunya. Oi tengah raksasa persaingan industri
kosmetika, perusahaan ini mengambil segmen pasar kosmetika islami, karena
dilihat dari total produsen kosmetika di Indonesia hanya 0,3 persen yang mengisi
pangsa pasar kosmetika islami, di sinilah PT. Pusaka Tradisi Ibu merebut hati
kaum muslimah di tanah air sebagai produsen kosmetika islami." Saat ini
pendapatan perusahaan terus meningkat, dan sudah mencapai 2,5 milyar
perbulan. Dalam rangka menyiasati peluang yang ada, saat ini PT. Pusaka
Tradisi Ibu ingin terus memprofesionalkan perusahaannya dan mengembangkan
bisnisnya yang dilakukan melalui upaya perbaikan yang berkesinambungan.
Pengembangan usaha saat ini ditujukan untuk peningkatan daya saing produk
di pasaran sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar dan dapat menembus
pasar ekspor.
Sebagai produk yang memiliki prospek untuk dikembangkan, agar
kosmetika islami ini dapat sukses di pasar maka diperlukan strategi pemasaran
yang tepat dan efektif. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan
preferensi konsumen, yaitu bagian dari perilaku konsumen yang menitikberatkan
pada sikap dan persepsi konsumen akan keinginan dan kebutuhan atas suatu
produk, faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam membuat
keputusan untuk membeli produk tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan
dapat diketahui gambaran produk kosmetika yang sebenarnya disukai
konsumen, sehingga perusahaan dapat menerapkan suatu strategi pemasaran
yang efektif untuk produk kosmetikanya.
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah dirumuskan
sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumen
produk kosmetika tata rias, menganalisis perilaku konsumen kosmetika dan
konsumen kosmetika muslimah dalam tahapan keputusan pembelian,
menganalisis strategi bauran pemasaran PT Pusaka Tradisi Ibu dalam usaha
meningkatkan daya saing dan pangsa pasar terhadap produk kosmetika islami,
merekomendasikan alternatif strategi bauran pemasaran produk kosmetika
muslimah yang tepat dan bermanfaat bagi PT. Pusaka Tradisi Ibu.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analisis konsumen. Penelitian
yang dilakukan di PT. Pusaka Tradisi Ibu terbatas pada produk kosmetika
tatarias (make-up) merek Wardah. Langkah-langkah dalam penelitian ini
dilakukan melalui kegiatan riset produk yang meliputi analisis terhadap perilaku
konsumen dalam pemilihan produk kosmetika, persepsi konsumen terhadap
produk kosmetika dan kosmetika islami, penilaian konsumen terhadap produkproduk
kosmetika yang populer di pasar san perumusan alternatif strategi bauran
pemasaran produk tersebut bagi pengembangan usaha PT. Pusaka Tradisi Ibu.
Penelitian dilaksanakan di PT. Pusaka Tradisi Ibu, yang bertempat di
Jalan Swadharma Raya Gg. Kampung Baru V No,44 Jakarta Selatan. Waktu
penelitian dimulai bulan Mei sampai dengan Agustus tahun 2001. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus untuk analisis strategi
bauran pemasaran, dan survei konsumen untuk menganalisis perilaku konsumen
terhadap produk yang diteliti. Metode ini untuk memperoleh gambaran yang jelas
mengenai subyek yang diteliti, yang berguna bagi formulasi strategi bauran
pemasaran pada perusahaan. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah
data kuantitatif dan datakualitatif.
Pada penelitian ini teknik penentuan sampel atau pengambilan contoh
berdasarkan metode non probability sampling (sampel tidak berpeluang).
Prosedur penarikan contoh dilakukan secara purposive (sengaja) kepada
responden wanita yang sedang berada dilokasi penjualan kosmetika tatarias dan
yang sedang/telah membeli produk-produk kosmetika. Lokasi penyebaran
kuesioner terbagi dua yaitu melalui agen dan distributor pada saat melakukan
penjualan kosmetika islami yang diproduksi PT. Pusaka Tradisi Ibu dan lokasi
umum yaitu tempatltoko yang menjual produk kosmetika, counter kosmetika dan
salon kecantikan. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 100 orang. 70
responden merupakan konsumen dari kosmetika islami yang diambil secara
sengaja melalui distributor dan agen. Tujuannya adalah untuk lebih
memfokuskan kepada penyelesaian masalah yang dikaji pada perielitian ini
terhadap produk kosmetika dari PT. Pusaka Tradisi Ibu. 30 responden sisanya
diambil secara sengaja dilokasi penjualan umum. Tujuannya adalah untuk
melihat potensi pasar yang ada terhadap produk-produk kosmetika tatarias, dan
untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk
kosmetika secara umum, yang mana hasilnya dapat dijadikan bahan
pertimbangan oleh perusahaan dalam memproduksi dan memasarkan produkproduknya.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif yang
dimulai dengan pengujian reliabilitas alat ukur (kuesioner), tabulasi deskriptif
yang bertujuan untuk untuk mendapatkan gambaran tentang data konsumen
secara keseluruhan berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner, dan analisis
sikap dan persepsi konsumen. Analisis mengenai sikap dan persepsi dimulai
dengan menganalisis data demografi responden, yang dilanjutkan dengan
menganalisis data preferensi konsumen terhadap atribut produk kosmetika biasa
maupun kosmetika muslimah yang dinilai berdasarkan scoring dengan skala
tingkat kepentingan (5,4,3,2,1). Atribut produk yang digunakan sebagai pedoman
penilaian preferensi konsumen terhadap produk kosmetika tersebut adalah :
mutu, merek, harga, ketersediaan, warna, wangi, faktor kecocokan, ukuran dan
kesan kemasan, label halal. Data atribut responden diolah dengan menggunakan
metode analisis Fishbein dan analisis Siplot. Pada metode Fishbein akan
diketahui sikap konsumen terhadap atribut produk kosmetika tatarias, dan
pengolahan data dengan analisis Siplot menghasilkan suatu informasi mengenai
posisi relatif produk dan kedekatannya dengan atribut yang dapat dijadikan
sebagai pendukung hasil penilaian sikap konsumen pada metode Fishbein.
Hasil penelitian yang dilakukan pada perusahaan dapat disimpulkan bahwa
berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 100 responden, sebanyak 98 orang
menyatakan bahwa penggunaan kosmetika dapat mendukung penampilan dan
merasakan ada yang kurang bila tidak menggunakan kosmetika. Responden
sebagian besar menyatakan bahwa manfaat yang dicari dari pemakaian
kosmetika tersebut adalah agar terlihat rapi. Sumber informasi yang diperoleh
konsumen mengenai produk kosmetika tata rias ini sebagian besar mendapat
informasi dari televisi, sedangkan penilaian yang menarik dari iklan yang
disampaikan menurut 65 % responden adalah isi informasi yang disampaikan.
Fokus perhatian pada iklan dan pertimbangan awal konsumen dalam pemilihan
suatu produk kosmetika mempunyai kesamaan alasan yaitu mengenai manfaat
yang akan diperoleh. Loyalitas konsumen terhadap produk kosmetika sangat
baik, hal ini ditunjukkan dengan alasan mereka untuk tidak mengganti merek lain
(83%) karena kosmetika yang selama ini digunakan sudah cocok, dan responden
menyatakan akan mencari ketempat lain bila produk yang mereka cari tidak ada.
Sedangkan pendapat'sebagian besar responden mengenai kualitas suatu produk
kosmetika dilihat dari merek kosmetikanya dan harganya. Pendapat responden
mengenai kesan kemasan dan warna-warna yang difavoritkan adalah sebanyak
32% responden menginginkan kemasan yang higienis/bersih dan unik (26%),
dan 58% responden memilih warna sesuai warna kulitnya. Adapun merek
kosmetika tatarias yang paling diingat konsumen adalah merek Sari Ayu.
Dari 100 responden yang diteliti, 70 orang merupakan konsumen kosmetika
muslimah. Dari 30 orang responden lainnya 19 orang menyatakan mengenal
produk tersebut tetapi belum pernah menggunakan dan sisanya tidak
mengetahui produk tersebut. Adapun yang menjadi alasan merek untuk tidak
mencobanya adalah karena produk tersebut sulit didapat dan produknya kurang
eksklusif. Sedangkan pengalaman konsumen terbanyak dalam mengunakan
kosmetika muslimah adalah konsumen kosmetika merek Wardah sebanyak 61%
dan kemudian merek Zahra 31%. Merek-merek kosmetika muslimah yang
diketahui oleh responden adalah merek-merek kosmetika yang diproduksi oleh
PT. Pusaka Tradisi Ibu. Kesetiaan konsumen produk kosmetika muslimah ini
sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari pendapat mereka untuk tidak
menggantikan merek yang sudah digunakan sebanyak 65%. Pembelian produk
kosmetika muslimah oleh, responden sebagian besar melalui distributor.
Penilaian responden pada umumnya, terhadap produk kosmetika Wardah ini
belum begitu baik terbukti dari penilaian terhadap atribut-atributnya masih
dibawah rata-rata (3). Khususnya untuk atribut merek, warna, wangi, kemasan
dan ketersediaan, sedangan atribut mutu sudah cukup bagus, namun bila dinilai
dengan produk yang lainnya kualias produk Wardah masih dibawah. Adapun
slogan yang dimiliki oleh produk kosmetika muslimah ini oleh sebagian besar
konsumennya sudah tepat karena sudah dapat mewakili produk tersebut.
Seluruh penilaian atas sikap dan pilihan konsumenterhadap atribut produk
kosmetika jenis tata rias umumnya maupun atribut yang dimiliki produk
kosmetika tata rias merek Wardah, penilaian terhadap keterkaitan atribut dengan
posisi produk dan penilaian terhadap faktor-faktor' yang mempengaruhi
keputusan konsumen dalam pemilihan produk kosmetika tata rias ini dituangkan
dalam suatu rekomendasi pengembangan strategi pemasaran. (1) Segmentasi
dapat dilakukan berdasarkan aspek demografi, psikografi dan perilaku konsumen
dan berbasis religius. (2) Target pasar yang potensial bagi pemasaran produk
kosmetika muslimah ini adalah konsumen dengan kisaran usia 25 -34 tahun,
pendidikan 81, wanita muslimah yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga
maupu mahasiswa yang ingin memperoleh hasil terbaik untuk penampilannya
dengan menggunakan produk kosmetika tersebut, serta berada pada kelas sosial
menengah. (3) Positioning produk kosmetika muslimah diberikan dengan
penekanan pada keunggulan kualitas dan mutu dengan harga yang terjangkau
dan memiliki sertifikat halal pada produknya yang menggunakan bahan baku
alami yang aman dan bebas alkohol, sehingga konsumen bebas memakainya
setiap saat termasuk pada saat melakukan ibadah. 8elain itu agar dapat
bersaing dengan merek-merek kosmetika lainnya dan memperluas pangsa pasar
kosmetika muslimah khususnya merek Wardah ini alternatif strategi baur!in
pemasaran yang direkomendasikan adalah (1) perbaikan produk dari segi
kemasan, warna dan wanginya, (2) penetapan harga disesuaikan pasar
sasarannya, (3) melakukan penambahan saluran distribusi, (4) melakukan
promosi yang efektif agar merek dapat lebih dikenal secara luas baik melalui
iklan televisi, majalah/tabloid maupun melalui direct selling dan promosi
penjualan.
Berdasarkan hasil penelitian survei konsumen yang dilakukan terhadap
kosmetika tatarias ini, ada beberapa saran, yang dapat membantu
pengembangan bisnis perusahaan, yaitu perusahaan perlu meningkatkan atributatribut
pada produk kosmetikanya yang masih mendapat penilaian rendah
dibandingkan produk kosmetika dikelasnya terutama pada kemasan, keragaman
warnanya, wangi, dan ketersediaannya. Dalam hal kemasan. keragaman warna
dan wanginya disesuaikan dengan penilaian konsumen terhadap atribut tersebut
yang dinilai menarik dan bagus oleh konsumen dengan tetap mencirikan produk
islaminya. Perusahaan memperluas jalur distribusinya tidak hanya melalui
distributor melainkan juga melakukan direct selling melalui supermarket maupun
toko-toko kosmetika dengan harga yang masih dapat dijangkau oleh konsumen
menengah. sedangkan untuk penjualan keliling sebaiknya tidak dilakukan karena
dapat menurunkan citra produk tersebut. selain itu diperlukan penambahan
kegiatan-kegiatan promosi, seperti melakukan promosi melalui majalah/tabloid
yang sesuai pasar sasaran. Melakukan promosi penjualan dengan memberikan
sampel-sampel gratis maupun demonstrasi tata rias kecantikan. Mengadakan
seminar kecantikan atau keagamaan pada even tertentu. 8elain itu bila
memungkinkan dari segi kondisi keuangan disarankan juga untuk melakukan
promosi melalui media televisi agar dapat meningkatkan awareness terhadap
produk Wardah dan mengedukasi konsumen mengenai manfaat dan keunggulan
dari produk kosmetika islami ini khususnya bagi wanita muslim
|
id |
IOS3669.1022 |
institution |
Institut Pertanian Bogor |
institution_id |
20 |
institution_type |
library:university library |
library |
Perpustakaan Sekolah Bisnis |
library_id |
692 |
collection |
Repositori Sekolah Bisnis IPB |
repository_id |
3669 |
subject_area |
Business/Bisnis Marketing, Management of Distribution/Marketing, Manajemen Distribusi |
city |
BOGOR |
province |
JAWA BARAT |
repoId |
IOS3669 |
first_indexed |
2016-11-17T00:05:25Z |
last_indexed |
2016-11-17T00:05:25Z |
recordtype |
dc |
_version_ |
1763211580771663872 |
score |
17.538404 |