Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries

Main Author: Reka, AgilAdham
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/149724/1/TA_-_AGIL_ADHAM_REKA_-_105100200111035.pdf
http://repository.ub.ac.id/149724/
ctrlnum 149724
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><relation>http://repository.ub.ac.id/149724/</relation><title>Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries</title><creator>Reka, AgilAdham</creator><subject>338.1 Agriculture</subject><description>Kentang termasuk kelompok lima besar makanan pokok dunia. Di Indonesia kentang paling populer dijumpai dalam bentuk diolahan kentang goreng (french fries). Kedudukan kentang dimata dunia dan kepopuleran di kalangan masyarakat pantas mendapat perhatian dunia industri untuk mengembangkan alat pemotong kentang. Dalam penelitian ini membandingkan pisau pemotongan antara pisau cutter, pisau tembakau, dan pisau maspion. Kemudian dilakukan pengujian terhadap pisau terbaik dari hasil perbandingan ketiga pisau tersebut. Perlakuan yang digunakan dalam pengujian pisau pemotongan adalah variasi sudut pemotongan yaitu 240 (pisau tembakau), 270 (pisau maspion), dan 280 (pisau cutter). Dari pengujian perlakuan sudut tersebut didapat pisau maspion yang terbaik diantara pisau tembakau dan pisau cutter. Pisau maspion diuji kembali dengan perlakuan yang digunakan dalam pengujian pisau maspion adalah perbedaan kecepatan: 20 rpm, 30 rpm, dan 40 rpm. Setiap variasi sudut dan kecepatan dilakukan 3 kali pengulangan. Analisa data dilakukan pada masing-masing variasi sudut dan kecepatan terhadap hasil ix potongan kentang yaitu: Terpotong Penuh (TP), Terpotong Tepi (TT). Rusak Terpotong Penuh (RTP), Rusak Terpotong Tepi (RTT), dan waktu. Hasil data pengujian membandingkan antara rata-rata hasil potongan dengan variasi kecepatan secara berurutan: TP 240 g, 233,3 g, dan 243,3 g, TT 81,7 g, 78,3 g, dan 75 g, RTP 86,8 g, 95 g, dan 95 g, RTT 36,7 g, 38,3 g, dan 31,7 g, waktu 48,67 detik, 24 detik, 26,33 detik. Berdasarkan analisa data variasi kecepatan pemotongan tidak berpengaruh nyata pada hasil potongan TP, TT, RTT, RTP, kecuali sangat berpengaruh nyata terhadap waktu. Alat ini memiliki kapasitas efektif rata-rata 47.48 kg/jam, kerusakan hasil rata-rata 40,3 %, dan efisiensi rata-rata 57,02 %. Efisiensi dapat ditingkat dengan memperbaiki tingkat presisi pada alat, sehingga kentang yang lolos pada pemotongan dapat diminimalisir dan tingkat kerusakan kentang semakin kecil.</description><date>2014-08-19</date><type>Thesis:Thesis</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/149724/1/TA_-_AGIL_ADHAM_REKA_-_105100200111035.pdf</identifier><identifier> Reka, AgilAdham (2014) Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya. </identifier><relation>SKR/FTP/2014/324/051404960</relation><recordID>149724</recordID></dc>
language eng
format Thesis:Thesis
Thesis
PeerReview:NonPeerReviewed
PeerReview
Book:Book
Book
author Reka, AgilAdham
title Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries
publishDate 2014
isbn 1051002001110
topic 338.1 Agriculture
url http://repository.ub.ac.id/149724/1/TA_-_AGIL_ADHAM_REKA_-_105100200111035.pdf
http://repository.ub.ac.id/149724/
contents Kentang termasuk kelompok lima besar makanan pokok dunia. Di Indonesia kentang paling populer dijumpai dalam bentuk diolahan kentang goreng (french fries). Kedudukan kentang dimata dunia dan kepopuleran di kalangan masyarakat pantas mendapat perhatian dunia industri untuk mengembangkan alat pemotong kentang. Dalam penelitian ini membandingkan pisau pemotongan antara pisau cutter, pisau tembakau, dan pisau maspion. Kemudian dilakukan pengujian terhadap pisau terbaik dari hasil perbandingan ketiga pisau tersebut. Perlakuan yang digunakan dalam pengujian pisau pemotongan adalah variasi sudut pemotongan yaitu 240 (pisau tembakau), 270 (pisau maspion), dan 280 (pisau cutter). Dari pengujian perlakuan sudut tersebut didapat pisau maspion yang terbaik diantara pisau tembakau dan pisau cutter. Pisau maspion diuji kembali dengan perlakuan yang digunakan dalam pengujian pisau maspion adalah perbedaan kecepatan: 20 rpm, 30 rpm, dan 40 rpm. Setiap variasi sudut dan kecepatan dilakukan 3 kali pengulangan. Analisa data dilakukan pada masing-masing variasi sudut dan kecepatan terhadap hasil ix potongan kentang yaitu: Terpotong Penuh (TP), Terpotong Tepi (TT). Rusak Terpotong Penuh (RTP), Rusak Terpotong Tepi (RTT), dan waktu. Hasil data pengujian membandingkan antara rata-rata hasil potongan dengan variasi kecepatan secara berurutan: TP 240 g, 233,3 g, dan 243,3 g, TT 81,7 g, 78,3 g, dan 75 g, RTP 86,8 g, 95 g, dan 95 g, RTT 36,7 g, 38,3 g, dan 31,7 g, waktu 48,67 detik, 24 detik, 26,33 detik. Berdasarkan analisa data variasi kecepatan pemotongan tidak berpengaruh nyata pada hasil potongan TP, TT, RTT, RTP, kecuali sangat berpengaruh nyata terhadap waktu. Alat ini memiliki kapasitas efektif rata-rata 47.48 kg/jam, kerusakan hasil rata-rata 40,3 %, dan efisiensi rata-rata 57,02 %. Efisiensi dapat ditingkat dengan memperbaiki tingkat presisi pada alat, sehingga kentang yang lolos pada pemotongan dapat diminimalisir dan tingkat kerusakan kentang semakin kecil.
id IOS4666.149724
institution Universitas Brawijaya
affiliation mill.onesearch.id
fkp2tn.onesearch.id
institution_id 30
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Universitas Brawijaya
library_id 480
collection Repository Universitas Brawijaya
repository_id 4666
subject_area Indonesian Language Collection/Kumpulan Karya Umum dalam Bahasa Indonesia*
city MALANG
province JAWA TIMUR
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS4666
first_indexed 2021-10-27T08:51:06Z
last_indexed 2021-10-28T07:37:04Z
recordtype dc
_version_ 1751454595642556416
score 17.538404