EVALUASI PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH DI RUMAH SAKIT KEPRESIDENAN RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JULI – DESEMBER 2018

Main Authors: Sutarno, Hesty Utami Ramadaniati, SINTA ANJARSARI HUMAEROH
Format: Karya Ilmiah Mahasiswa
Terbitan: FFUP , 2019
Subjects:
Online Access: http://perpus.univpancasila.ac.id:80http://perpus.univpancasila.ac.id\/index.php?p=show_detail&id=123164
http://perpus.univpancasila.ac.id:80http://perpus.univpancasila.ac.id\/repository/TF+13422019.pdf
Daftar Isi:
  • ABSTRAK (A) SINTA ANJARSARI HUMAEROH (2015210224) (B) EVALUASI PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH DI RUMAH SAKIT KEPRESIDENAN RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JULI – DESEMBER 2018 (C) xiii + 145 halaman; 18 tabel; 3 gambar; 6 lampiran (D) Kata kunci: Antibiotik profilaksis, pembedahan, kuantitas, kualitas, ATC/DDD, Gyssens (E) Pemberian antibiotik profilaksis digunakan untuk menghindari dan menangani infeksi pada daerah pembedahan. Antibiotik profilaksis yang digunakan harus aman, bersifat bakterisid dan efektif melawan bakteri. Penggunaan antibiotik profilaksis harus dievaluasi untuk menjamin penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto secara kuantitatif dan kualitatif periode Juli – Desember 2018. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, sampel penelitian diambil dengan teknik acak sederhana sampling dan diperoleh 370 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan metode DDD (Define Daily Dose) dan kriteria Gyssens. Hasil evaluasi secara kuantitas menunjukkan penggunaan antibiotik profilaksis terbesar pada pasien bedah adalah ampisilin sulbaktam dengan 81,28 DDD/100 patient-days. Hasil evaluasi secara kualitas penggunaan antibiotik profilaksis yang rasional 0% dan jenis ketidakrasional penggunaan antibiotik profilaksis sebesar 1,08% masuk kategori V (indikasi), 100% masuk kategori IVA (efektifitas), 1,09% kategori IVC (harga), 100% masuk kategori IVD (spektrum), 57,38% masuk kategori IIIA (durasi terlalu lama), 87,16% masuk kategori IIA (dosis), 50,82% masuk kategori I (waktu pemberian). (F) Referensi : 48 referensi (1999-2018) (G) Hesty Utami R., M.Clin.Pharm., PhD., Apt Drs. Sutarno, M.Si., Apt (H) 2019