Tinjauan yuridis dalam perjanjian jual beli tanah dan bangunan antara pengembang (developer) dengan konsumen perumahan ditinjau menurut uu no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen (studi kasus pt. Jaya real property, tbk ,2013)

Main Author: Desri, .
Format: Lainnya NonPeerReviewed Book
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Pamulang , 2017
Subjects:
Online Access: http://eprints.unpam.ac.id/2822/1/COVER.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/2/BAB%20I.doc
http://eprints.unpam.ac.id/2822/3/BAB%20II.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/4/BAB%20III.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/5/BAB%20IV.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/6/BAB%20V.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/7/JURNAL.docx
http://eprints.unpam.ac.id/2822/
Daftar Isi:
  • ABSTRAK DESRI, 2013020186, TINJAUAN YURIDIS DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN ANTARA PENGEMBANG (DEVELOPER) DENGAN KONSUMEN PERUMAHAN DITINJAU MENURUT UU NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Kasus PT. Jaya Real Property, TBK,2013). Skripsi yang berjudul“ Tinjauan Yuridis Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan Antara Pengembang (Developer) dengan Konsumen Perumahan Ditinjau Menurut UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus PT. Jaya Real property, Tbk,2013). Ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Rumah Antara Konsumen dengan Pengembang (Developer) sebagai upaya Perlindungan Konsumen dalam Bidang Perumahan di Kota Tangerang Selatan, dan juga mengetahui penyelesaian sengketa bila Pengembang (Developer) atau Konsumen melakukan wanprestasi dalam pelaksaan Perjanjian Jual beli Rumah sehingga menimbulkan kerugian oleh salah satu pihak yaitu pihak Konsumen atau Pengembang(Developer). Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dan data primer yang diperoleh dilapangan dengan menggunakan pedoman wawancara. Kemudian data-data yang diperoleh tersebut diolah, dianalisis dan ditafsirkan secara logis, sistematis dengan menggunakan metode berpikir deduktif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan perjanjian jual beli rumah antara Developer dengan konsumen dalam bidang perumahan di Kota Tangerang Selatan tidak semuanya berjalan dengan baik, dalam praktiknya perjanjian jual beli rumah berbentuk perjanjian baku yang berisi klausula-klausula baku yang dibuat oleh Developer. Akibatnya isi dari perjanjian tersebut kedudukan konsumen menjadi lemah karenahanya menguntungkan pihak Developer dan kurang mengindahkan hak-hak konsumen.Pt. Jaya Real Property, Tbk selaku sebagai pengembang (Developer) apabila ada sengketa dengan konsumen akan berupaya menyelesaikan dengan musyawarah kekeluargaan mau pun dengan cara negosiasi, mediasi antara pihak Developer dengan konsumen. Dan dalam perlindungan hukum terhadap konsumen hendaknya pembuatan surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) diharapkan mencantumkan tentang sanksi bagi pengembang yang wanprestasi, dan pemerintah diharapkan mengadakan pembinaan, pengarahan kepada para Developer agar dalam memberikan informasi kepada konsumen dengan jelas dan benar, tidak menyesatkan, sehingga konsumen tahu akan hak dan kewajibannya.