Analisis Gambaran Morfologi Limfadenitis Tuberkulosis Menggunakan Metode Biopsi Aspirasi Jarum Halus dan Polymerase Chain Reaction

Main Authors: Suryadi, Dedy, Delyuzar, Soekimin
Format: Article info application/pdf
Bahasa: eng
Terbitan: Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI) , 2020
Subjects:
PCR
Online Access: http://majalahpatologiindonesia.com/p/index.php/patologi/article/view/419
http://majalahpatologiindonesia.com/p/index.php/patologi/article/view/419/295
Daftar Isi:
  • Latar belakangIndonesia termasuk negara kedua dengan kasus TB (tuberkulosis) terbanyak di dunia, sehingga TB di Indonesia harus dikendalikandengan cara meningkatkan kapasitas dan membangun akses universal yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis laboratoriumyang cepat dan akurat. Kemajuan dalam mengontrol TB dan mengurangi konsekuensinya dapat dipercepat melalui diagnosis dinidan pengobatan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sebagai baku emas,walaupun untuk diagnosis rutin membutuhkan biaya yang lebih mahal. Oleh karena itu sangat dibutuhkan metode diagnostik yangcepat, akurat dan tidak mahal yaitu biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) dengan gambaran morfologi berupa epiteloid dan nekrosis.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran morfologi limfadenitis TB menggunakan BAJAH dan PCR.MetodePenelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel adalah n sampel, yaitu semua pasienlimfadenitis tuberkulosis. Kriteria gambaran morfologi yang berupa epiteloid dan nekrosis pada pemeriksaan sitologi BAJAH danPCR, kemudian dilakukan uji chi-square.HasilGambaran morfologi limfadenitis TB yang berupa epiteloid dan nekrosis pada pemeriksaan sitologi BAJAH menunjukkan hasilpemeriksaan PCR 100% positif. Analisis statistik menggunakan Fisher exact antara grup I dan grup II, grup II dan grup IIImenunjukkan perbedaan tidak bermakna (p=0,074); sedangkan antara grup I dan grup III menunjukkan perbedaan bermakna(p<0,05).KesimpulanMetode PCR dapat digunakan untuk mengkonfirmasi gambaran morfologik (epiteloid dan nekrosis) lymfadenitis TB.