PENGARUH PROSES TEMPER TERHADAP KEKERASAN, KETANGGUHAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA HASIL TEMPA TRADISIONAL DI DESA MANDI ANGIN
Main Authors: | Prasetyo, Sugeng, Taufikurrahman, Taufikurrahman |
---|---|
Format: | Article info application/pdf eJournal |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia
, 2018
|
Subjects: | |
Online Access: |
https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/austenit/article/view/1204 https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/austenit/article/view/1204/760 |
Daftar Isi:
- Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja pegas daun bekas (medium carbon steel) yang digunakan masyarakat desa mandi angin sebagai bahan baku utama untuk membuat parang. Pemberian laku panas di dalam tungku (furnace) dan dilanjutkan tempering selama 60 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui harga kekerasan, harga impak (toughness) dan struktur mikro, pada hasil tempa di desa mandi dengan variasi spesimen : spesimen awal, tempering 250°C, dan tempering 400°C. Hasil pengamatan struktur mikro pada spesimen awal didapatkan fasa martensit dan perlit, spesimen tempering 250°C didapatkan fasa martensit temper dan ferrit, dan pada spesimen tempering 400°C didapatkan fasa martensit dan sedikit perlit. Dari pengujian kekerasan didapatkan harga kekerasan rata - rata teringgi pada spesimen awal sebesar 744,8 VHN dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu spesimen tempering 250°C sebesar 668,3 VHN, dan paling rendah spesimen tempering 400°C sebesar 461 VHN. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga ketangguhan rata-rata tertinggi (paling liat) adalah spesimen tempering 400°C sebesar 0,139 J/mm2 dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu tempering 250° C sebesar 0,077 J/mm2 dan terendah (paling getas) adalah spesimen awal sebesar 0,034 J/mm2.