KAJIAN POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI SAYURAN ORGANIK DENGAN CV TANI ORGANIK MERAPI YOGYAKARTA
Main Authors: | Fattarawati, Febby, Agus, Purwoko, Septri, Widiono |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Archive |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2018
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unib.ac.id/17498/1/FEBBY%20SKRIPSI.pdf http://repository.unib.ac.id/17498/ |
Daftar Isi:
- KAJIAN POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI SAYURAN ORGANIK DENGAN CV TANI ORGANIK MERAPI YOGYAKARTA (Febby Fattarawati, dibawah bimbingan Ir. Agus Purwoko,M.Sc dan Septri Widiono S.P.,M.Si) Seiring terus meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara langsung dapat mempengaruhi tingkat konsumsi khususnya pada komoditas sayuran. Sayuran merupakan salah satu jenis kelompok hortikultura yang banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat yang baik sebagai bahan konsumsi dan pemenuhan gizi masyarakat. Kebutuhan akan sayur cenderung meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan per kapita di Indonesia. Pertanian di Indonesia sebagian besar masih dilakukan dengan cara konvensional. Pertanian secara konvensional menyebabkan tingginya penggunaan input bahan-bahan kimia berupa pupuk dan pestisida. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan akan menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia. CV Tani Organik Merapi atau TOM merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis sayuran organik yang memiliki cita-cita, pemikiran, serta harapan agar kondisi alam menjadi lebih baik secara menyeluruh baik dari segi potensi alam maupun sumber daya manusianya. CV TOM berperan aktif mengembangkan sistem pertanian organik agar dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas dan dapat mendukung kesehatan masyarakat. Pada realitanya, permintaan sayuran organik terus meningkat seiring berkembangnya kemajuan tekhnologi di Indonesia. Masyarakat mulai mencari tau tentang bahaya mengkonsumsi bahan makanan yang selalu tercampur oleh zat kimia. Oleh karena itu, CV TOM berusaha untuk selalu dapat memenuhi permintaan pasar dengan lahan milik CV TOM akan tetapi dengan luas lahan 1 Ha yang dimiliki oleh CV TOM adalah masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar yang terus menerus meningkat. CV TOM harus memperluas lahan untuk memenuhi permintaan pasar, akan tetapi dengan misi CV TOM adalah memasyarakatkan usaha agribisnis dan menyebarkan wawasan pertanian organik yang berkelanjutan secara utuh dan menyeluruh, maka lahan yang harus diperluas diganti dengan menjalin kemitraan dengan petani sayuran sekitar kabupaten Sleman. Untuk memenuhi permintaan ini, CV TOM melakukan kerjasama dengan petani yang berada di sekitar lahan CV TOM agar secara kontinyu dapat memenuhi kebutuhan konsumen. CV TOM melakukan pendampingan secara intensif kepada petani mitra sehingga petani mitra menghasilkan hasil pertanian organik sesuai dengan standar yang diharapkan. Selain itu, CV TOM memberikan subsidi benih kepada petani mitranya sesuai dengan kebutuhan CV TOM untuk memenuhi permintaan yang ada. Hal ini menjadi suatu ikatan baru antara petani dengan CV TOM. Dengan demikian maka penting untuk diketahui sejauh mana aspek kelembagaan dari pola kemitraan budidaya komoditas sayuran ini dan apa yang menjadi faktor dari petani sayuran ingin menjalin kemitraan dengan CV TOM, ditinjau dari aspek batas yuridiksi, aspek hak dan kewajiban, dan aspek aturan representasi. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dengan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pola Kemitraan Antara Petani Sayuran dengan CV Tani Organik Merapi Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan antara petani sayuran organik dan CV TOM dikategorikan ke dalam Kerjasama Kerjasama Agribisnis (KOA). Mekanisme kemitraan antara petani sayuran organik dan CV TOM adalah perusahaan mitra yang menyediakan jaminan pasar, stabilitas harga dan konseling tentang jarak tanam, musim tanam dan berbagai pelatihan tentang pupuk organik. Sementara petani mitra menyediakan lahan, modal, tenaga kerja, saprodi dan biji-bijian. Kemitraan ini mencakup perencanaan, produksi, panen, penanganan pascapanen, pengolahan atau mentoring, dan pemasaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik adalah yang tertinggi atau sama besarnya dengan sangat setuju dengan respon petani terhadap motivasi intrinsik terhadap tanggung jawab atau rasa tanggung jawab petani yang merasa sedih melihat tanah berkurang unsurnya. Petani peduli terhadap kesehatan masyarakat, dan merasa senang menggunakan pupuk organik daripada bahan kimia. Motivasi eksternal (motivasi ekstrinsik) karena kondisi kerja / kondisi kerja di CV TOM tanah memiliki suasana yang indah, nyaman, dan upah / pendapatan petani mitra meningkat dari pertanian pertanian sendiri sehingga petani termotivasi untuk menjalin kemitraan dengan CV TOM. Kata Kunci : Sayuran Organik, Kemitraan, Pola Kemitraan, Motivasi.