Daftar Isi:
  • Latar belakang: Pada ibu hamil dengan anemia terjadi gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta. Fungsi plasenta yang menurun dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil yang mengalami anemia dan tidak mengalami anemia di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2018. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan ialah komparatif. Sampel penelitian adalah bayi yang lahir pada tahun 2018yang berjumlah 78 bayi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengisian. Analisis data mengunakan ujimann whitney. Hasil Penelitian:Berat badan bayi pada ibu yang mengalami anemia lebih banyak yang dibawah 2500 gram sebanyak 20 orang (51,3%) dan berat badan bayi pada ibu yang tidak mengalami anemia lebih banyak yang ≥2500 gram sebanyak 33 orang (84,6%) di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka tahun 2018. Panjang badan bayi pada ibu yang mengalami anemia lebih banyak yang < 48 cm sebanyak 36 orang (92,3%). Panjang badan bayi pada ibu yang tidak mengalami anemia lebih banyak yang ≥ 48 cm sebanyak 24 orang (61,5%) di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka tahun 2018. Ada perbedaan berat badan bayi baru lahir antara ibu hamil yang mengalami anemia dan tidak mengalami anemia di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2018 (pvalue=0,000). Ada perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil yang mengalami anemia dan tidak mengalami anemia di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2018(pvalue=0,000).