Daftar Isi:
  • ABSTRAK Hitung leukosit adalah salah satu pemeriksaan yang dapat menggambarkan parameter penting dari fungsi leukosit. Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah leukosit adalah Haemocytometer dengan larutan Turk yang berfungsi sebagai larutan pengencer. Didalam larutan Turk terdapat asam asetat glasial yang berfungsi untuk melisiskan sel selain leukosit dan gentian violet berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. Ketersediaan larutan Turk seringkali tidak tersedia, untuk mengantisipasi kondisi tersebut dapat dilakukan cara alternatif yaitu menggunakan asam asetat glasial yang ditambah pewarna Metilen Biru di dalam larutan pengencer. Metilen Biru dan Gentian Violet merupakan zat warna yang dapat mengikat jaringan biologis dan bersifat basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Metilen Biru dalam mewarnai inti dan granula leukosit yang bersifat asam dan mengetahui ada tidaknya perbedaan terhadap hasil pemeriksaan hitung jumlah leukosit. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Desain penelitian yang dilakukan dengan membandingkan jumlah leukosit yang menggunakan larutan Turk yang mengandung Gentian Violet 1% dan larutan Turk Modifikasi yang mengandung Metilen Biru 1%. Data penelitian diolah secara statistik dengan Uji Paired Sample t-test, dengan hasil jumlah leukosit yang dihitung menggunakan larutan Turk yang mengandung Gentian Violet memiliki rata-rata 6.422 sel/mm3 sedangkan jumlah leukosit yang menggunakan larutan Turk yang mengandung Metilen Biru adalah 6.410 sel/mm3. Dengan nilai signifikan 2 tailed 0,367 > 0,05 maka secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna diantara kedua hasil hitung jumlah leukosit dengan kedua metode. Dapat disimpulkan bahwa Metilen Biru dapat digunakan sebagai pewarna alternatif dalam Larutan Turk untuk pemeriksaan jumlah leukosit.