Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Arjuno Kota Malang

Main Author: YOSSY TAMARA
Format: PeerReviewed eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM , 2019
Online Access: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/Ilmu-Kesehatan/article/view/81003
Daftar Isi:
  • Berdasarkan data IDF Atlas jumlah penderita DM di dunia diperkirakan akan terus meningkat menjadi 642 juta orang pada tahun 2040. Di Indonesia berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 proporsi penderita Diabetes Mellitus (DM) mengalami peningkatansebesar 8,5%. Sedangkan di Kota Malang penyakit DM menduduki peringkat keempat dengan angka kejadian DM tertinggi berada di Puskesmas Arjuno dengan prevalensi sebesar 46,55%.Dari seluruh penderita DM,90% merupakan penderitaDM tipe 2.Menurut WHO80% kejadian DM tipe 2 dapat dicegah dari sekarang dengan melakukan kontrol terhadap salah satu faktor yang dapat dimodifikasi yaitu obesitas.Berdasarkan data Riskesdas proporsi obesitas di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 21,8%. Di Jawa Timur pada tahun 2017proporsi obesitas sebesar 11,6%, sedangkan di Kota Malang terdapat sebesar 41,68% penduduk dengan kategori obesitas. Salah satu penilaian obesitas adalah dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT).Setiap peningkatan IMT 1 angka memiliki kecenderungan DM sebesar 25%. Penelitian lain mengatakansemakin tinggi nilai IMT semakin tinggi pula kadar gulanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, kategori IMT dan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Arjuno Kota Malang.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 138 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakanmetode purposive samplingyang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square menggunakan program SPSS.Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dengan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2 di Puskesmas Arjuno Kota Malang merupakan responden berjenis kelamin perempuan, berada pada kelompok usia 56-65 tahun, termasuk dalam kategori IMT normal dan obesitas. Selain itu, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian DM tipe 2 di Puskesmas Arjuno Kota Malang dengan nilai p value sebesar 0,001. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan menggunakan data primer atau melakukan pengukuran IMT secara langsung pada sampel sebagai sumber data penelitian. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian ini alangkah lebih baik jika penelitian selanjutnya dapat dikembangkan melalui terciptanya suatu program yang dapat mendeteksi dini risiko terkena DM pada seseorang melalui pengukuran IMT. Hal ini, tentu saja akan lebih baik jika dapat didukung dengan penemuan faktor-faktor risiko lain pada diabetes mellitus.