TINDAKAN BERISIKO TERTULAR HIV-AIDS PADA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR
Main Authors: | Amiruddin, Ridwan, Yanti, Fitri |
---|---|
Terbitan: |
, 2013
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/6692 |
Daftar Isi:
- Dipresentasikan pada kegiatan konas IAKMI ke-12 tgl 4-7 September 2013 di Kupang
- Epidemi HIV-AIDS yang semula didominasi oleh populasi kunci kini mulai mengalami pergeseran ke masyarakat umum. Peningkatan kasus HIV-AIDS di Asia termasuk di Indonesia, sebagian besar bersumber dari hubungan seksual berisiko dan penggunaan NAPZA suntik dengan jarum tidak steril atau dipakai bersama-sama. Anak jalanan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan tertular berbagai penyakit termasuk HIV-AIDS karena perilaku mereka yang berisiko. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari faktor yang berhubungan dengan tindakan berisiko tertular HIV-AIDS pada anak jalanan di Kota Makassar Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua anak jalanan yang ada di Kota Makassar tahun 2012 yaitu sebanyak 918 orang. Sampel dipilih dengan metode accidental sampling yaitu sebanyak 271 orang (12-18 tahun). Uji analisis yang digunakan yaitu uji chi-square dengan tingkat signifikansi (??) = 0,05 dan uji koefisien phi (??) untuk melihat kekuatan hubungan. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 100 responden (36,9%) melakukan tindakan berisiko tertular HIV-AIDS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,000 ; ??= -0,221), tempat tinggal (p= 0,000 ; ?? = 0,326), kondisi orang tua (p= 0,000 ; ??=0,272), pengetahuan tentang HIV-AIDS (p=0,008 ; ??= -0,161), dengan tindakan berisiko tertular HIV-AIDS pada anak jalanan di Kota Makassar. Sementara sikap terhadap HIV-AIDS (p=0,724) tidak berhubungan dengan tindakan berisiko tertular HIV-AIDS pada anak jalanan di Kota Makassar. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan, tempat tinggal, kondisi orang tua, dan pengetahuan tentang HIV-AIDS anak jalanan dengan tindakan berisiko tertular HIV-AIDS. Untuk itu disarankan agar pemerintah, dinas-dinas terkait, LSM dan masyarakat bisa memantau dan memberikan pembinaan terhadap anak jalanan.