Hubungan antara munculnya ovulasi pertama setelah melahirkan dan puncak produksi susu pada sapi perah

Main Authors: Yusuf, Muhammad, Nakao, Toshihiko, Yoshida, Chikako, Long, Su Thanh
Format: Article
Terbitan: , 2011
Subjects:
Online Access: http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/639
Daftar Isi:
  • Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara munculnya ovulasi pertama setelah melahirkan dan puncak produksi pada sapi perah. Sebanyak 22 ekor sapi perah (Holstein-Friesian) yang dilepas di dalam kandang dan sedang laktasi digunakan dalam penelitian ini. Pemerahan dilakukan dengan menggunakan robot dengan frekuensi pemerahan antara dua sampai empat kali sehari dengan rata-rata produksi susu selama 305 hari adalah sebesar 7.326 kg/ekor. Siklus ovarium dimonitor dengan menggunakan profil hormon progesteron dalam susu dengan pengambilan sampel susu dilakukan dua kali seminggu dimulai sekitar seminggu setelah melahirkan sampai ternak sapi kembali bunting atau di-culling. Parameter yang diukur adalah interval antara melahirkan dan puncak produksi susu, produksi susu puncak, serta interval antara melahirkan dan ovulasi pertama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak (??SD) antara melahirkan dan munculnya ovulasi pertama adalah 41,2 ?? 24,2 hari. Puncak produksi susu dicapai pada hari (??SD) 56,5 ?? 33,2, dan kuantitas (??SD) produksi susu puncak adalah 29,3 ?? 7,2 kg. Hubungan antara puncak produksi susu setelah melahirkan dan munculnya ovulasi pertama mengikuti persamaan garis linier y = 0,9777x ??? 5,2855; P < 0,001. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin panjang jarak antara melahirkan dan puncak produksi susu memperpanjang periode awal munculnya ovulasi pertama setelah melahirkan.