STUDI PENGARUH PENAMBAHAN GAS CO2 TERHADAP UMUR SIMPAN CABE KERITING (Capsicum annum var) TANPA BLANCHING DAN HASIL BLANCHING

Main Author: JUMASDIN, -
Format: Thesis
Terbitan: , 2013
Subjects:
Online Access: http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/3061
Daftar Isi:
  • Cabe merupakan komoditi hortikultura yang sangat digemari oleh hampir semua kalangan buah cabe segar selain dapat diolah menjadi berbagai jenis bumbu, seperti sambal, cabe segar juga dapat digunakan sebagai penghias makanan yang disajikan dalam keadaan segar. Cabe segar memiliki daya simpan yang tidak lama akibat kerusakan mikrobiologi/fisiologi. Kerusakan mikrobiologi diduga disebabkan oleh mikroba khususnya Colletrothicum capsici dan kerusakan fisiologis oleh karena proses respirasi buah pada saat penyimpanan. Perlakuan blanching dan peningkatan konsentrasi gas CO2 pada ruang penyimpanan diduga dapat meningkatkan daya simpan dan nilai ekonomis cabe segar. Gas CO2 merupakan jenis gas yang secara sistemik bereaksi dengan jaringan bahan, efek sifat mengawet dari gas CO2 diduga memiliki tingkat konsentrasi yang optimal (?? 2-3 %) dalam mempertahankan kesegaran buah cabe. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh penambahan gas CO2 pada tingkat tekanan terukur yang divariasikan yaitu konsentrasi 2.37% (1 bar), 1.78% (?? bar), dan 1.18% (?? bar) terhadap daya simpan cabe keriting. Sampel diamati dalam bentuk gambar/foto secara periodik setiap minggu; jika terjadi perubahan bentuk/kenampakan maka dilakukan analisa kuantitatif yaitu: penyusutan bobot, vitamin C, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan cabe keriting hasil blanching lebih singkat dibanding cabe keriting tanpa blanching dalam ruang penyimpanan termodifikasi gas CO2. Penggunaan gas CO2 pada konsentrasi yang semakin meningkat berbanding langsung dalam mempertahankan kandungan mutu cabe. Kata kunci : Cabai keriting, gas CO2, umur simpan, blanching. Jumasdin (G61108285). The Study Effect Addition Of CO2 To The Self Life Of Chili Curls ( Capsicum annum var) Non Blanching And Blanching. Supervised By Nandi Kuswandi Sukendar and Amran Laga. ABSTRAK Chilli is a one of the horticulture commodities which is favored by almost all people. Instead being processed to be all variant of spices, such as condiment, the fresh chili could be also used as a garnish. Fresh chillies has a non-preserving capacity because of the microbiology/physiology damages. Both of the microbiology and physiology damages are resulted from microbes especially Colletrothicum capsaici and respiration process when preserved. The blanching treatment given to the fresh chili and the increase of CO2 concentrate in the storage room could assumedly improve the preserving capacity and economic value. CO2is a gas which is systematically reacting to material tissues. The effect of the preserving substance of CO2 is assumedlyhaving the optimal concentrate rate (2-3%) to preserve the freshness of the fruit. Therefore, this research will conduct the observation of the effect of CO2 addition in the measured-preasure rate. Which is varied, that is concentrate of 2.37% (1 bar), 1.78% (3/4 bar), and 1.18% (1/2 bar) toward the preserving capacityof the Capsicum annum var. the samples are observed periodically everu week in the graphic/figure forms. If there is form/appearance change, the researcher will conduct quantitative analyses, there are; weight, vitamin C and pH reducting. The result of the research demonstrate that the preserving age of Capsicum annum var by blanching treatment is shorter than Capsicum annum var without blanchingtreatment in the modified-CO2 gas storage room. The use of CO2 in the frequently increased concentrate is directly proportional to the preserving of the quality content of the Capsicum annum var. Key Words: Chili curls, CO2, shelf life, blanching.