PERANAN MIKRIFOLORA SALURAN PENCERNAAN SEBAGAI PROBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN

Main Author: Aslamyah, Siti
Format: Article
Terbitan: , 2012
Online Access: http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/2938
Daftar Isi:
  • Probiotik berasal dari kata Pro yang berarti pendukung dan Bios berarti kehidupan, Jadi probiotik adalah untuk kehidupan. Aplikasi probiotik dalam aquakultur lebih mengarah pada fungsinya sebagai agen kontrol biologi, terutama untuk perbaikan kualitas air. Walaupun demikian pada perkembangan terakhir probiotik juga diaplikasikan untuk menanggulangi mikroba patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada budidaya hewan air, serta dalam upaya peningkatan produksi dengan meningkatkan FCR (Food Convertion Ratio), pertumbuhan dan derajat kelulusan hidup. Beberapa peranan probiotik dalam aquakultur adalah : 1) Mencegah invasi mikroba patogen seperti Aeromonas, Vibrio, Pseudomonas, E. Coli terhadap hewan air yang dibudidayakan; 2) Memelihara lingkungan perairan supaya bersih dan aman untuk kehidupan hewan air, kelarutan oksigen tinggi dan dapat meningkatkan derajat kelangsungan hidup (survival rate) hewan air dalam rangka memberi FCR (Food Convertion Ratio) yang lebih baik; 3) Menghapus biaya pembersihan kolam setelah panen; dan 4) Mengurangi biaya produksi yaitu perawatan penyakit dan manajemen panen. Keuntungan lain dari aplikasi probiotik pada budi daya ikan adalah dapat meningkatkan kesehatan dan ketahanan terhadap penyakit. Probiotik berperan dalam beberapa mekanisme yaitu 1) menghambat reaksi-reaksi yang menghasilkan toksin; 2) merangsang reaksi-reaksi enzimatis yang terlibat dalam proses detoksifikasi bahan-bahan yang potensial sebagai toksin baik yang berasal dari luar maupun dari dalam tubuh; 3) merangsang enzim inang yang terlibat dalam proses pencernaan atau menggantikan enzim yang tidak ada; dan (4) sintesis vitamin atau zat makanan essensial yang kurang tersedia dalam pakan (Fuller 1992). Salah satu sumber mikrob yang potensial sebagai probiotik adalah mikroflora saluran pencernaan ikan. Beberapa peneliti, seperti Clarke dan Bauchop (1977), Das dan Tripathi (1991), Nakayama et al. (1994), Shcherbina dan Kazlauskene (1971) dalam Opuszynski dan Shireman (1994), Hoshino et al. (1997), Xue et al. (1999), Jankauskiene (2002), Tae (2003) telah melaporkan peranan mikroflora pada saluran pencernaan ikan. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mikroflora pada saluran pencernaan ikan juga mempunyai peranan penting dalam fungsi fisiologis saluran pencernaan ikan dan mekanisme perlindungan terhadap mikrob patogen. Dengan demikian, potensi untuk dijadikan ???Probiotik??? dan diaplikasikan dalam budi daya ikan sangat besar. Mikroflora adalah mikroorganisme yang secara alamiah menghuni saluran pencernaan makhluk hidup. Mikroflora terdiri atas berbagai mikrob dalam jumlah besar, dengan aktivitas dan kapasitas metabolik yang sangat beragam, serta yang dapat memberi pengaruh positif maupun negatif pada fungsi fisiologis saluran pencernaan. Peranan mikroflora saluran pencernaan pada manusia dan hewan sudah banyak diteliti dan dilaporkan. Fuller (1989) mengemukakan bahwa mikroflora adalah ekosistem kompleks yang terdiri atas sejumlah besar mikrob. Pada manusia sedikitnya terdapat 400 spesies mikrob yang berbeda dengan jumlah total mencapai 1012 sel. Dalam rumen hewan ruminansia terdapat banyak mikroorganisme yang jenis dan jumlahnya berbeda antar-spesies ruminansia, dan pada spesies yang sama tetapi dengan sumber pakan yang berbeda.