PROSPEK NEW STRATEGIC ARMS REDUCTION TREATY DALAM KEPEMILIKAN SENJATA NUKLIR AMERIKA SERIKAT DAN RUSIA
Main Author: | -, ARGA PROBOWISESA |
---|---|
Format: | Lainnya |
Terbitan: |
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/15860 |
Daftar Isi:
- 2015
- Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui arti penting perjanjian New START bagi Amerika Serikat dan Rusia. Setelah mengetahui arti pentingnya, melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui peluang dan tantangan implementasi New START bagi Amerika Serikat dan Rusia di masa depan. Dari beberapa rumusan yang diambil maka penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode prediktif analitik. Dalam penelitian ini, akan diberikan gambaran umum nuklir di Amerika Serikat dan Rusia sebelum akhinya prediksi bagaimana penerapan New START kepada keberadaan nuklir di Amerika Serikat dan Rusia. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan data dari literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas, dan kemudian menganalisanya. Literatur ini berupa buku-buku, dokumen, jurnal-jurnal, dan situs-situs internet ataupun laporan-laporan yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penandatangan perjanjian New START adalah implementasi kebijakan luar negeri, terkait nuklir kedua negara untuk bersama-sama mengurangi ancaman nuklir dari pihak-pihak non-pemerintah, seperti teroris. Perjanjian ini juga menjadi pintu bagi kedua negara untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan nuklir masing-masing demi modernisasi pertahanan mereka. Perjanjian New START bukanlah perjanjian pertama yang membatasi dan mengurangi persenjataan kedua negara. Hal ini terkait jumlah senjata nuklir yang masif di kedua negara. Jumlah nuklir yang melebihi kebutuhan memberikan dampak negatif dari segi ekonomi, khususnya biaya perawatan dan efisiensi pertahanan suatu negara. Kondisi-kondisi inilah yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perjanjian ini.