EVALUASI KEMURNIAN GENETIK SAPI BALI DI KABUPATEN BARRU MENGGUNAKAN DNA PENCIRI MIKROSATELIT LOKUS INRA035

Main Author: ASTUTI MAHMUD, ANDI TENRI BAU
Format: Thesis
Terbitan: , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/10542
Daftar Isi:
  • 2014
  • ANDI TENRI BAU ASTUTI MAHMUD (I 111 10 004). Evaluasi Kemurnian Genetik Sapi Bali Di Kabupaten Barru Menggunakan DNA Penciri Mikrosatelit Lokus INRA035. Dibawah bimbingan oleh Sudirman Baco sebagai pembimbing utama dan Lellah Rahim sebagai pembimbing anggota. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemurnian genetik sapi Bali di Kabupaten Barru berdasarkan identifikasi fenotipe dan menggunakan DNA penciri mikrosatelit lokus INRA035. Sebanyak 80 sampel darah dikoleksi dari Kabupaten Barru. Genom diekstraksi dengan menggunakan Kit DNA ekstraksi Genjet Genomic DNA Extraction (Thermo Scientific) dengan mengikuti protokol ekstraksi yang diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan DNA penciri mikrosatelit lokus INRA035, kemudian hasil amplifikasi dapat divisualisasikan pada gel polyacrylamide kemudian dilakukan dengan pewarnaan perak dan penentuan posisi pita DNA. Hasil penilitian ini menunjukkan persentase pola warna normal yaitu 72,5% dan pola warna menyimpang yaitu 27,5% dan bentuk tanduk sapi jantan yaitu silak bajeg sedangkan sapi betina yaitu silak manggulgangsa. Kemurnian genetik yang polimorfik karena ditemukan tiga alel pada populasi tersebut. Frekuensi Alel A 0,4813, B 0,5000 dan C 0,0187. Frekuensi genotipe AB 0,9625 dan BC 0,0375. Nilai heterozigositas pengamatan (Ho ) yaitu 1,0000 dan nilai heterozigositas harapan (H e ) yaitu 0,5213. Nilai Chi-square pada populasi sapi Bali di Kabupaten Barru berada dalam ketidakseimbangan Hardy-Weinberg. Kata kunci : Sapi Bali, Mikrosatelit INRA035, Fenotipe, Frekuensi Alel dan Genotipe, Heterozigositas.