Komparasi model pembelajaran group investigation dan problem based learning terhadap keterampilan berpikir spasial (spatial thinking skill) materi geografi kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Yusuf Yudistira
Main Author: | Yudistira, Yusuf |
---|---|
Other Authors: | 1. Budi Handoyo ; 2. Ardyanto Tanjung |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Geografi
, 2017
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=84929 |
Daftar Isi:
- ABSTRAKYudistira, Yusuf. 2017. Komparasi Model Pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Spasial Materi Geografi Kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: group investigation, problem based learning, keterampilan berpikir spasialGroup Investigation dan Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan berpikir spasial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir spasial siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui mana yang lebih tinggi nilai keterampilan berpikir spasial siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.Rancangan penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu pre-test dan post-test control group design dengan dua kelas eksperimen. Kelas eksperimen 1 (XI-IPS 1) mendapat perlakukan model Group Investigation (GI), dan kelas eksperimen 2 (XI-IPS 2) mendapat perlakukan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen penelitian berupa soal essai tes keterampilan berpikir spasial yang diberikan setelah adanya perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eskperimen 1 memiliki rata-rata gain score keterampilan berpikir spasial sebesar 34,58 dan kelas eksperimen 2 sebesar 25,94. Hasil analisis signifikansi dengan menggunakan uji t menunjukkan nilai sebesar 0,015. Oleh karena nilai signifikansi 0,015< 0,05, maka H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan berpikir spasial menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Problem Based Learning. Nilai keterampilan berpikir spasial menggunakan model Group Investigation (GI) lebih tinggi dibandingkan Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir spasial kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.