Hubungan persepsi guru tentang media jejaring sosial dalam pemanfaatannya untuk keefektifan pembelajaran siswa di SMP Negeri se-Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo / Oky Yoga Satria Pradana
Main Author: | Pradana, Oky Yoga Satria |
---|---|
Other Authors: | 1. Nurul Ulfatin ; 2. Desi Eri Kusumaningrum |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Administrasi Pendidikan
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=71233 |
Daftar Isi:
- ABSTRAKPradana, Oky Yoga Satria. 2015. HubunganPersepsi Guru tentang Media JejaringSosial dalamPemanfaatannyauntukKeefektifanPembelajaranSiswa di SMP Negeri se KecamatanPonorogoKabupatenPonorogo. Skripsi. JurusanAdministrasiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. NurulUlfatin, M.Pd, (II) DesiEriKusumaningrum, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: persepsi guru, jejaringsosial, keefektifan pembelajaran siswaPenggunaan media internet sebagaitempatdancaraberinteraksisosialdansebagaisumberinformasisangattinggi di Indonesia, terbuktidengansemakinbanyaknyapenggunabeberapaakunjejaringsosial. Tidakhanyamasyarakatumum, di lingkunganpendidikan pun media internet sudahbanyakdigunakanolehpesertadidikmaupun guru. Internet (jejaringsosial) jugadapatdimanfaatkansebagai media alternatifdalampembelajaran. Saatinipemanfaatan media jejaringsosialoleh guru untukberinteraksisosialataumengikutitrend. Penelitianinibertujuanuntuk: (1) mendeskripsikantingkatpersepsi guru tentang media jejaring sosialdalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa, (2) mendeskripsikantingkatpemanfaatan media jejaringsosialuntukkeefektifanpembelajaransiswa, (3) mengujihubunganpersepsi guru tentang media jejaringsosial dalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa, (4) menemukanperbedaanpersepsi guru laki-lakidan guru perempuantentang media jejaringsosialdalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa.Metodepenelitian yang digunakan, adalahpendekatankuantitatifdeskriptif-korelasi-komparasi, dengan model korelasionaldwivariat (X Y). Penelitianinimengungkapduamacamkelompokvariabelsebagaidasaracuanpenelitian. Kelompokpertamavariabelbebas (X) adalahpersepsitentang media jejaringsosialdenganvariabelterikat (Y) pemanfaatan media jejaringsosialuntukkeefektifanpembelajaransiswa, sedangkankeduavariabeltersebutmerupakanvariabel taut dalamdesainkelompokkeduadenganvariabelkategorinyajeniskelamin. Populasidalampenelitianiniberjumlah 322 orang, kemudiandigunakantekniksimple random samplingdanformula Slovinuntukpengambilansampel, sejumlah 178 orang. Data dikumpulkanmelaluiangketdenganvaliditas 0,926, dan 0,874, reliabilitasyaitu 0,947 dan 0,962. Teknikanalisis data dalampenelitianinimenggunakananalisisdeskriptif (menentukankualifikasidanpersentase), rumusone way Analysis of Variance (ANOVA) untukkomparasi, danrumusproduct moment pearsonuntukkorelasi.Hasilpenelitianmenunjukkan, bahwa: (1) tingkatpersepsi guru tentang media jejaringsosial dalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa di SMP Negeri se KecamatanPonorogoKabupatenPonorogoberadadalamkategorisedang, (2) tingkatpemanfaatan media jejaring sosial untuk keefektifan pembelajaransiswadi SMP Negeri se KecamatanPonorogoKabupatenPonorogoberadadalamkategorisedang, (3) terdapathubunganantarapersepsi guru tentang media jejaringsosial dalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa di SMP Negeri se KecamatanPonorogoKabupatenPonorogo, dan (4) terbuktitidakadaperbedaanpersepsi yang signifikanantara guru laki-lakidanguru perempuantentang media jejaringsosial dalampemanfaatannyauntukkeefektifanpembelajaransiswa di SMP Negeri se KecamatanPonorogoKabupatenPonorogo.Saran dalampenelitianini, sebagaiberikut: (1) bagiKepalaDinasPendidikanKabupatenPonorogo, hendaknyamempertimbangkanuntukmembuatregulasitentangpemanfaatan media jejaringsosialsebagaisaranaalternatifuntuk proses pembelajarandalampengembangankurikulum, (2) bagiKepalaDinasPerhubungan, KomunikasidanInformasiKabupatenPonorogoselakuinstansi yang dapatmemberikanlayanandanfasilitasmengenaihalkomunikasikepadapublikhendaknyamempertimbangkanuntukmemberikanlayananataupembuatan media jejaringsosialkhusus yang dimanfaatkansebagaisarana proses pembelajaranalternatifbagi guru, (3) bagiKepalaSekolahSMPN selakusupervisordanmanajersekolahhendaknyamempertimbangkandanmemberikanwawasan yang lebihmendalamterhadappemanfaatan internet kepada guru maupunpesertadidik, khususnyatentangmanfaat media jejaringsosialsebagaisaranaalternatif proses pembelajaran, (4) bagi Guru SMPN untukmempunyaiinovasi alternative dalam proses pembelajaransiswa, khususnya media jejaringsosial, agar manfaatdari media jejaringsosialdapatdimaksimalkandalam proses pembelajaran, dan (5) bagiPeneliti lain hendaknyadapatmengembangkanhasilpenelitianinidenganmenelitiobjek, maupunlokasipenelitian yang berbeda , yaitudarisisi, peserta didik di SLTP, denganvariabel yang berbeda.