Peningkatan hasil belajar PKn melalui metode simulasi pada kelas V SDN Tanggung 2 Kota Blitar / Latif Laelaem
Main Author: | Laelaem, Latif |
---|---|
Other Authors: | 1. Tri Murti ; 2. Sunyoto |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi PGSD
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=66948 |
Daftar Isi:
- Latif Laelaem. 2014. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Simulasi Pada Siswa Kelas V SDN Tanggung 2 Kota Blitar, Skripsi, Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang Pembimbing: (1) Dra. Tri Murti, S. Pd, M. Pd, (2) Drs. Sunyoto, S. Pd, M.SiKata kunci : peningkatan hasil belajar, pembelajaran PKn, metode pembelajaran simulasi   Proses pembelajaran di SDN Tanggung 2 Kota Blitar belum sesuai dengan KTSP, guru dalam mengajar masih bersifat konvesional dan banyak ceramah sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi hal ini berdampak terhadap hasil belajar yang kurang optimal. Dari 23 siswa kelas V yang mendapat nilai diats KKM sebanyak 7 siswa, sedangkan 16 siswa lain nilainya masih dibawah KKM.   Tujuan dari penilitian ini yaitu: 1) mendiskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode Simulasi pada mata pelajaran PKn. 2) mendiskripsikan pendekatan hasil belajar siswa kelas V SDN Tanggung 2 Kota Blitar. Peningkatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penilitian tindak kelas. Subjek peniliti ini adalah kelas V SDN Tanggung 2 Kota Blitar dengan jumlah siswa 23 siswa. Instrument penilitian yang digunakan untuk mengumpulkan data penilitian ini meliputi : (1) observasi, (2) wawancara, (3) tes dan, (4) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu redukasi data, penyajian data, kesimpulan, dan Instrumen lembar observasi dan tes.   Hasil penilitian bahwa aktifitas belajar siswa mengalami peningkatan.pada pratindak susasana kelas tampak ramai dan sebagian besar siswa melakukan kegiatan- kegiatan diluar materi yang diajarkan guru, sehingga suasanan tersebut menggangu kosentrasi siswa yang lain. Pada siklus I siswa tampak lebih tanang memperhatikan penjelasan guru, namun siswa masih kebinggungan dalam melakukan kegiatan belajar. Hal ini disebabkan siswa belum memahami langkah- langkah dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut. Pada siklus II siswa sudah terbiasa melakukan kegiatan- kegiatan belajar sehingga aktifitas belajar siswa sudah sesuai hasil belajar atau peningkatan hasil belajar pratindak 7 siswa atau 30% terlihat tuntas sedngkan 16 siswa atau 69% tidak tuntas pada siklus I peningkatan nilai rat-rata 87. Siswa yang tuntas belajar 14 atau 60% pada siklus II rata- rata nilai anak 93 yang tuntas 23 atau 100%, dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode Simulasi.    Dengan hasil yang diperoleh tersebut, sebaiknya para guru menggunakan metode pembelajaran yang sesuai untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.