Mudjair (1890-1957): kisah penemuan ikan species baru 1936 di Blitar / Angger Hadi Santoso
Main Author: | Santoso, Angger Hadi |
---|---|
Other Authors: | 1. Marsudi ; 2. Irawan |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Sejarah
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=66300 |
Daftar Isi:
- Hadi, Santoso Angger.2010.Sejarah Mudjair (1890-1957):Kisah penemuan ikan species baru di Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marsudi, M.Hum (II) Drs. Irawan, M.HumKata Kunci: ikan Mudjair, sejarah penemuan ikan species baru di Blitar     Kabupaten Blitar merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memeliki seorang tokoh penemu ikan species baru yang awalnya berasal dari laut namun setelah ikan tersebut ditemukan dan dibudidayakan di air tawar oleh Pak Mudjair, alasan penulis untuk menulis tentang Pak Mudjair, hal ini dikarenakan Pak Mudjair selaku penemu ikan Species baru ini sangat kurang dikenal dan diperhatikan oleh masyarakat.     Penelitian yang berjudul Mudjair (1890-1957): Kisah penemuan ikan species baru di Blitar memiliki dua rumusan masalah yaitu : 1 Bagaimana riwayat hidup Pak Mudjair. 2. Bagaimana proses penemuan ikan Mudjair,     Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui bagaimana riwayat hidup Pak Mudjair. 2. Mengetahui bagaimana proses penemuan ikan Mudjair. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah. Metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber) meliputi kritik ekstern dan kritik intern, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara terhadap nara sumber yang sesuai dan dianggap kompeten dengan topic penelitian. Berdasarkan hasil penelitian riwayat hidup Pak Mudjair maka dengan ini penulis dapat mengkisahkan kehidupan Pak Mudjair yang semula berprofesi sebagai padagang sate namun pak Mudjair gemar bermain judi, hal inilah yang menjadi usaha warung satenya bangkrut dan akhirnya Pak Mudjair beralih profesi sebagai peternak ikan air tawar, ditengah massa keterpurukan akibat usaha warungnya bangkrut Pak Mudjair melakukan ritual mandi di pantai serang yang bertujuan untuk bersuci, namun pada waktu mandi beliau menemukan ikan yang unik maka Pak Mudjair mengambilnya dan membawanya pulang setelah sampai rumah ikan itu pun mati,setelah kembali dan melakukan nya hinga sebelas kali maka untuk yang kesebelas kalinya ini usaha Pak Mudjair membuahkan hasil dengan hidupnya dua pasang ikan, setelah ikan itu berkembang biak sangat cepat maka ikan tersebut dinamakan sesuai dengan nama beliau yaitu Ikan Mudjair. Pak Mudjair juga mendapat penghargaan dari pemerintah Ri atas jasanya menemukan ikan tersebut. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu, dapat mengkaji Sejarah Pak Mudjair sebagai penemu ikan species baru di Blitar yang dilihat dari pandangan dan aspek yang lain serta dapat membuktikan secara detil tentang penemuan Pak Mudjair pada sumber arsip Belanda yang menurut penulis belum lengkap, kesemua itu agar nama besar Pak Mudjair tidak hanya di kenal pada nama ikan saja namun juga bisa mengenal lebih jauh tentang kepribadian dan keuletan Pak Mudjair dalam menemukan ikan tersebut.