Pengembangan perangkat pembelajaran ekosistem berbasis inkuiri dengan sumber belajar Kebun Raya Purwodadi untuk mengembangkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, dan sikap ilmiah siswa kelas VII SMPN 1 Purwosari / Rizqa Radhiyah
Main Author: | Radhiyah, Rizqa |
---|---|
Other Authors: | 1. Ibrohim ; 2. Eko Sri Sulasmi |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=65433 |
Daftar Isi:
- Radhiyah, Rizqa. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ekosistem Berbasis Inkuiri dengan Sumber Belajar Kebun Raya Purwodadi untuk Mengembangkan Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains, dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas VII SMPN1 Purwosari. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.SKata Kunci: perangkat pembelajaran inkuiri, potensi lokal daerah, pemahaman konsep, keterampilan proses sain, sikap ilmiah.Pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang menekankan pada pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Pembelajaran inkuiri tidak hanya melatih untuk belajar mandiri, tetapi juga memotivasi siswa agar berperan aktif dan efisien dalam belajar sehingga upaya penuntasan hasil belajar siswa dapat dicapai secara serentak. Pembelajaran inkuiri memiliki tahapan kegiatan pembelajaran yaitu 1) mengidentifikasi dan menetapkan ruang lingkup, 2) merencanakan dan memprediksi hasil, 3) menyelidiki untuk mengumpulkan data, 4) menginterpretasi dan mengembangkan kesimpulan, 5) melakukan refleksi hasil belajar.    Pengembangan perangkat pembelajaran ekosistem berbasis inkuiri ini mengadaptasi model pengembangan 4-D dari Thiagarajan (1974). Tahap pengembangannya adalah 1) define atau pendefinisian, 2) design atau perancangan, 3) develop atau pengembangan, dan 4) dissaminate atau penyebaran, tetapi pengembangan perangkat pembelajaran ini dibatasi sampai pada tahap develop atau pengembangan.     Uji kepraktisan dan keefektifian dilakukan setelah perangkat pembelajaran divalidasi oleh validator ahli yaitu 1 dosen dan 1 praktisi lapangan. Hasil validasi oleh 2 validator diperoleh persentase skor adalah 98,75%. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase skor dari praktisi 88,25% dan dari mahasiswa pengamat 90,75%. Hasil pengisian angket respon siswa menunjukkan skor rata-rata total 95,00% dengan komentar/ saran yang positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil uji keefektifan pada ranah pemahaman konsep memperoleh 80% siswa telah mampu menguasai konsep ekosistem dengan KKM=80, untuk keterampilan proses sains diperoleh 97% siswa, dan untuk sikap ilmiah siswa diperoleh 100%.    Saran pemanfaatan perangkat ini bahwa pembelajaran ekosistem dengan menggunakan sumber belajar yang berbeda, maka perlu adanya penyelarasan antara perangkat pembelajaran dengan sumber belajar yang digunakan tersebut. Saran pengembangan perangkat pembelajaran dapat menggunakan materi lain dan menggunakan sumber belajar lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang telah ditentukan.