Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Laboratorium UM pada materi hidrokarbon / Iklilul Millah

Main Author: Millah, Iklilul
Other Authors: 1. Parlan ; 2. Dedek Sukarianingsih
Format: PeerReviewed
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia , 2013
Subjects:
Online Access: http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=60969
Daftar Isi:
  • Kata kunci: model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament), hidrokarbon, prestasi belajar Materi hidrokarbon merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran kimia di SMA. Materi hidrokarbon umumnya disampaikan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah). Prestasi belajar yang dicapai siswa dengan model pembelajaran tersebut masih rendah. Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran efektif yang berpusat pada siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah) pada materi hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Laboratorium UM pada tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 7 kelas. Teknik pengambilan sampel dengan purposive cluster sampling, yaitu diambil 2 kelas dengan pertimbangan kedua kelas tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama. Kelas pertama sebagai kelas eksperimen (kelas X-6) dan kelas kedua (kelas X-1) sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak dengan undian. Pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT, sedangkan pada kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah). Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan proses pembelajaran dan nilai afektif siswa, sedangkan analisis statistik digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan.Keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif TGT adalah 91,36% (sangat baik) dan keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (ceramah) adalah 89,63% (sangat baik). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah). Siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT mempunyai rata-rata nilai kognitif (75,9) dan rata-rata nilai afektif (54,1) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah) yang mempunyai rata-rata nilai kognitif (71,6) dan rata-rata nilai afektif (52,3).