Pengintregrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) pada siswa tunagrahita Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di Sekolah Luar Biasa (SLB) pembina tingkat nasional Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Mindarwati
Main Author: | Mindarwati |
---|---|
Other Authors: | 1. Suko Wiyono ; 2. Sri Untari |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan
, 2012
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=56616 |
Daftar Isi:
- Kata Kunci: Pendidikan karakter, pembelajaran, siswa tunagrahitaDunia pendidikan terdapat dua macam pelaku belajar yang biasa disebutdengan siswa. Ada siswa yang normal dan siswa yang diluar batas normal. Peranpendidikan sangatlah penting baik bagi siswa normal maupun siswa yangmemiliki keterbatasan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki mutudalam pembangunan bangsa. Di dalam dunia pendidikan tidak ada diskriminasiwalaupun anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam kegiatan pembelajaran.Seperti halnya program pemerintah tentang pendidikan karakter yang sekarangditingkatkan dalam pendidikan formal. Pentingnya upaya peningkatan pendidikankarakter pada jalur pendidikan tidak hanya dilakukan pada anak-anak normalmelainkan juga anak-anak yang memiliki keterbatasan. Seperti anak-anak yangtumbuh secara normal, anak tunagrahita juga merupakan bagian dari suatu bangsasekaligus sebagai generasi penerus perjuangan cita-cita bangsa yang juga berhakuntuk mendapatkan pendidikan karakter. Selain itu pendidikan karakter dapatdiintegrasikan dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran PKn.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasipendidikan karakter dalam pembelajaran PKn pada siswa tunagrahita SMALB diSLB Pembina Tingkat Nasional Malang, (2) mendeskripsikan hambatanhambatanyang dihadapi oleh guru dalam pengintegrasian pendidikan karakterdalam pembelajaran PKn pada siswa tunagrahita SMALB di SLB PembinaTingkat Nasionala Malang, dan (3) mendeskripsikan upaya guru untuk mengatasihambatan dalam pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran PKnpada siswa tunagrahita SMALB di SLB Pembina Tingkat Nasionala Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Prosedurpengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dandokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan denganperpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan dan triangulasi.Hasil penelitian ini secara umum implementasi pendidikan karakter sudahdilaksanakan, tetapi guru belum mengintegrasikan pendidikan karakter dalammata pelajaran PKn. Oleh karena itu dalam penelitian, peneliti mengajar materigotong royong dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaranPKn. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menyusun silabusdan RPP yang berkarakter. Prosedur penyususnan silabus sebagai berikut: (1)menentukan nilai-nilai karakter sesuai dengan materi pembelajaran yang cocokdengan SK/KD, (2) nilai-nilai karakter dikembangkan melalui indikator,pengalaman belajar dan teknik penilaian, dan (3) memasukkan nilai-nilai karakterdidalam kolom tersendiri. Selanjutnya prosedur penyusunan RPP berkarakteriiadalah: (1) Penyusunan RPP berdasarkan silabus dengan mengintegrasikan nilainilaikarakter pada RPP (2) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam RPP denganmemasukkan dan menjabarkan nilai-nilai karakter kedalam indikator, tujuanpembelajaran, kegiatan pembelajaran atau langkah-langkah pembelajaran danpenilaian.Pada tahap pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi nilai-nilaipendidikan karakter di kelas terdiri dari tiga kegiatan yaitu: (1) kegiatanpendahuluan, (2) kegiatan inti, dan (3) kegiatan penutup. Sedangkan, pada tahappenilaian dalam pembelajaran PKn yang sudah terintegrasi nilai-nilai pendidikankarakter bentuk penilaian yaitu (1) tes lisan (2) penilaian pengembangan diri.Terdapat dua faktor penghambat dalam pengintegrasian pendidikankarakter dalam pembelajaran PKn yaitu faktor guru dan siswa. Terkait denganfaktor guru hambatan yang dihadapi adalah pada tahap perencanaan, tahappelaksanaan dan tahap penilaian. Hambatan yang dihadapi terkait dengan faktorsiswa yaitu kondisi psikologis dan IQ siswa tunagrahitaUpaya guru mengatasi (1) pada tahap perencanaan adalah guru memintakepada peneliti mengajar materi gotong royong yang sudah terintegrasi dalampembelajaran PKn dan mengikuti workshop, (2) tahap pelaksanaan upaya yangdilakukan guru adalah (a) menggulangi kembali materi, (b) memberikan pekerjaanrumah, (c) dalam menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana,memberikan contoh-contoh gambar, guru melakukan pendekatan pada setiapsiswa, guru dalam mengajar harus sabar dan tulus ikhlas (3) pada tahap penilaiansesuai dengan pengalaman peneliti penilaian dilakukan dengan penilainpengembangan diri yaitu melihat sikap dan perilaku siswa. Terkait dengan faktorsiswa usaha yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran yangmemungkinkan terjadi interaksi antar siswa dan menyampaikan materi denganmenggunakan gambar, memberikan contoh terkait dengan kehidupan sehari-hari.Peneliti memberi beberapa saran kepada guru kelas di SLB PembinaTingkat Malang sebagai berikut: (1) mengingat siswa tunagrahita cenderungpelupa seyogyanya guru mengulangi materi. (2) guru diharapkan seringmemberikan motivasi kepada siswa (3) Guru seyogyanya melakukan pendekatankepada siswa (4) guru diharapakan lebih kreatif dan inovatif dalam merancangmetode pembelajaran yang dapat memunculkan nilai-nilai karakter (5) Gurudiharapkan dapat menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan kondisisiswa karena nilai-nilai karakter yang dikembangkan tidak bisa disamakan dengansiswa normal.