Perbandingan sistem penjualan energi listrik pascabayar dan prabayar pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kota Malang / Mai Frenina Rahayu

Main Author: Rahayu, Mai Frenina
Other Authors: 1. Diana Tien Irafahmi
Format: PeerReviewed
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Negeri Malang Program Studi Akuntansi , 2012
Subjects:
Online Access: http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=56469
Daftar Isi:
  • Kata kunci : Perbandingan sistem penjualan listik, Listrik pascabayar dan prabayar.PT. PLN melakukan penjualan listrik menggunakan sistem penjualan kredit atau pascabayar, namun kini PT. PLN mulai menerapkan sistem penjualan prabayar sebagai program unggulannya. Gencarnya pihak PLN dalam program pengalihan penjualan listrik pascabayar ke listrik prabayar dikarenakan tawaran kelebihan dalam sistem penjualan listrik prabayar jauh lebih menguntungkan dari pada tetap mempertahankan penjualan listrik pascabayar. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sistem penjualan listrik baik pascabayar maupun prabayar serta untuk mengetahui perbandingan dari kedua sistem penjualan tersebut.Objek penelitian ini adalah PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Kota Malang. Metode pemecahan masalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kata-kata atau kalimat sesuai dengan masalah yang dibahas baik menggunakan teori atau pemikiran yang logis maupun teori yang dilakukan perusahaan.Hasil perbandingan diketahui bahwa diantara kedua sistem penjualan listrik pascabayar dengan prabayar terdapat banyak perbedaan. Perbedaan terjadi dalam hal penerimaan kas, pencatatan meteran, pemutusan listrik, denda keterlambatan, pembayaran uang jaminan, dan pengendalian pemakaian listrik. Kelebihan yang terdapat dari penjualan listrik prabayar yang sangat menguntungkan bagi pihak PLN menjadikan pihak PLN semakin gencar mempromosikan pengalihan listrik dari pascabayar ke prabayar daripada tetap mempertahankan sistem penjualan listrik pascabayar yang memiliki banyak kerugian. Kurangnya sosialisasi serta pelanggan yang masih ragu-ragu untuk beralih ke listrik prabayar menjadi kendala bagi pihak PLN. PT. PLN (Persero) hendaknya lebih meningkatkan sosialisasi tentang listrik prabayar baik lewat media elektronik maupun media massa tanpa mengabaikan pelayanan serta kepuasaan pelanggan.