Kefektifan assertive training untuk meningkatkan self esteem siswa kelas XI SMAN 1 Durenan / Vina Candrasari

Main Author: Candrasari, Vina
Other Authors: 1. Triyono ; 2. Ella Faridati Zen
Format: PeerReviewed
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Negeri Malang. Jurusan Bimbingan Dan Konseling , 2012
Subjects:
Online Access: http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=54688
Daftar Isi:
  • Kata kunci: Assertive Training, Self Esteem, Konseling Behavioral.Siswa yang mengalami kesulitan bersikap asertif akan menyebabkan tingkat self esteem pada dirinya rendah. Hal itu telah disebutkan oleh beberapa teori yang menjelaskan bahwa ketegasan atau asertif mendukung tingkat self esteem individu. Salah satu karakteristik individu dengan self esteem tinggi, yaitu bersikap asertif. Assertive training merupakan salah satu teknik dalam konseling behavioral. Assertive training digunakan untuk mengubah perilaku individu yang semula tidak asertif dalam rangka untuk meningkatkan self esteem siswa. Berbagai masalah akan timbul ketika individu sulit untuk bersikap asertif, misalnya, perasaan tidak berdaya, malu, takut menerima resiko. Rasa tidak berdaya, malu dan takut menerima resiko akan berpengaruh terhadap tingkat self esteem individu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan assertive training untuk meningkatkan self esteem siswa kelas XI SMA Negeri 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi, dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Durenan yang berjumlah 266 siswa. Kemudian, diambil 8 siswa sebagai kelompok eksperimen berdasarkan hasil pengisian skala self esteem dengan hasil pretest yang menunjukkan self esteem rendah. Assertive training dilaksanakan sebanyak lima kali pertemuan dalam konseling kelompok behavioral. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat self esteem siswa sebelum dan sesudah diberi treatment yang berupa assertive training.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan self esteem (harga diri) berdasarkan hasil posttest pengisian skala self esteem. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon sebesar (Z=-2.524a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.012 dan 0.012<0.05. Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat self esteem siswa SMA Negeri 1 Durenan Kabupaten Trenggalek sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa assertive training dalam konseling kelompok behavioral. Dapat disimpulkan bahwa assertive training efektif untuk meningkatkan self esteem siswa kelas XI SMAN 1 Durenan.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada konselor yang akan memberikan assertive training adalah konselor dengan pendidikan SI BK. Konselor harus memperhatikan session latihan asertif agar pelaksanaannya efektif dan maksimal. Konselor perlu memperhatikan efisiensi waktu. Dalam pelaksanaan assertive training, konselor perlu memperhatikan kesehatan konseli agar kegiatan berjalan lancar. Disarankan pula untuk lembaga jurusan BK agar lebih memperbanyak praktik assertive training dalam konseling kelompok behavioral dan memperbanyak mempelajari materi tentang self esteem. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mencoba menggunakan prosedur latihan asertif yang lain dan memungkinkan dapat diberikan secara klasikal karena penelitian yang telah dilaksakan oleh peneliti hanya menggunakan subjek penelitian berjumlah 8 siswa dalam setting konseling kelompok behavioral. Peneliti selanjutnya dapat mencoba menggunakan kelompok kontrol sehingga dengan adanya kelompok kontrol dapat diketahui apakah ada perbedaan skor rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberi treatment berupa assertive training.