Penerapan metode eksperimen pencampuran warna untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar / Endang Purwanti

Main Author: Purwanti, Endang
Other Authors: 1. Lilik Bintartik 2. Wuri Astuti
Format: PeerReviewed
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Negeri Malang. Program Studi PAUD , 2010
Subjects:
Online Access: http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=47060
Daftar Isi:
  • Kata Kunci: Metode Eksperimen, Pencampuran Warna, Perkembangan KognitifPermasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar tersebut berdampak pada hasil belajar anak, dimana 50% anak tidak mampu menyebutkan dan menceritakan. Dari fakta sederhana di atas, penyusun mencoba mengatasi permasalahan anak tersebut dengan menerapkan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya dalam mengenal konsep pencampuran warna. Metode eksperimen dimanfaatkan sebagai metode dalam kegiatan pembelajaran karena masa kanak-kanak adalah masa bermain dan pembelajaran akan lebih bermakna jika dilakukan melalui bermain.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode eksperimen pencampuran warna pada anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar setelah belajar melalui metode eksperimen pencampuran warna.Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan Kelas adalah proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas tertentu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan awal kognitif anak 46,25 rata-rata nilai kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar kemudian meningkat dengan diterapkannya metode eksperimen dalam pelajaran mencampur warna. Peningkatan pada siklus I penelitian tindakan kelas ini meningkat dengan rata-rata 68,75 dengan tidak adanya anak yang berkemampuan kognitif rendah. Dalam pembuktian peningkatan kognitif anak, peneliti dan kolaborator melaksanakan siklus II untuk melakukan upaya peningkatan yang lebih dari penerapan metode eksperimen yang mana kemudian hasil nilai rat-rata anak menjadi 88,75. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah terjawbanya rumusan masalah yang selnajutnya diharapkan penelitian ini dapat berguna dalam meningkatkan proses belajar dan mengajar PAUD di sekolah manapun.