Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe time token arends untuk meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan, dan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 9 Malang / Baiq Mega Suci Arini

Main Author: Arini, Baiq Mega Suci
Other Authors: 1. MOCH. ICHSAN ; 2. DWI WULANDARI
Format: PeerReviewed
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Ekonomi , 2010
Subjects:
Online Access: http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=45858
Daftar Isi:
  • Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning), TimeTokenArends, Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab Pertanyaan,Ketuntasan Belajar.Untuk memperoleh hasil pengajaran yang sebaik-baiknya dalam prosesmengajar guru harus selalu berusaha membangkitkan minat para murid sehinggaseluruh perhatian mereka tertuju dan terpusat pada bahan pelajaran yangdiajarkan. Salah satu metode pembelajaran yang banyak melibatkan secara aktifadalah metode pembelajaran kooperatif. Berdasarkan hasil observasi awaldiketahui bahwa ketuntasan belajar siswa Kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang masihrendah, sebagian besar siswa bersifat pasif dan beberapa siswa mendominasikelas. Salah satu metode pembelajaran yang mampu mengatasi kepasifan danmengajarkan keterampilan sosial adalah metode pembelajaran kooperatif. Tujuandalam penelitian ini adalah 1 Untuk menganalisis Penerapan ModelPembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe TimeToken Arends PadaSiswa Kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang, 2 Untuk menganalisis apakahPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) TipeTimeToken Arends dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawabpertanyaan Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang, 3 Untuk menganalisisketuntasan belajar ekonomi siswa Kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang setelahditerapkan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) TipeTimeToken Arends, 4 Untuk menganalisis respon siswa Kelas X-1 SMA Negeri9 Malang setelah diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif (CooperativeLearning) Tipe TimeToken Arends.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat naturalistikdengan jenis Penelitian Tindakan kelas (PTK). Tempat penelitian adalah di SMANegeri 9 Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri9 Malang. Alat pengumpulan data menggunakan, soal tes, lembar observasi,lembar catatan lapangan, angket dan pedoman wawancara. Data dalam penelitianini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data kemampuan bertanya,kemampuan kemampuan menjawab pertanyaann, maupun ketuntasan belajarsiswa dilakukan dengan membandingkan skor pencapaian tindakan pada siklus Idan siklus II.Temuan dalam penelitian ini dalam siklus 1, (a) Siswa masih belumterbiasa dengan metode pembelajaran Time Token Arends sehingga padapenerapannya untuk pertama kali 6 siswa tampak ramai atau menyibukkan diridengan aktifitas lain di luar pelajaran. (b) Suasana kelas kurang hidup, 24 siswaiiragu dalam mengungkapkan pendapatnya, dan 15 siswa telah aktif namun bahasayang digunakan ketika diskusi masih bersifat informal dan kadang bercanda diforum diskusi. (c) Ada dominasi pertanyaan dan jawaban oleh 2-3 siswa dalambertanya maupun menjawab pertanyaan sehingga semakin mengurangikepercayaan diri siswa lain yang pasif (d) Waktu yang tersedia sangat terbatassehingga hanya 2 kelompok yang tampil. Siklus 2, (a) siswa sudah berpengalamandan lebih siap untuk menerapkan Time Token arends sehingga tingkat keaktifansiswa pun bertambah. (b) Suasana kelas lebih hidup, diskusi brjalan lebih lancarkarena munculnya berbagai pertanyaan kritis dari siswa. (c) Tingkat dominasijauh berkurang karena sebagian besar siswa mengungkapkan pendapat pada siklusII ini. (d) Siswa memberikan respon positif dalam mengikuti kegiatanpembelajaran. Skor rata-rata kemampuan bertanya siswa pada siklus pertamamencapai 75%, pada siklus kedua mencapai 86,5% dimana persen keberhasilanmenunjukkan kualifikasi tinggi ( > 80%) dan terjadi peningkatan 11,5% darisiklus pertama. skor rata-rata kemampuan menjawab pertanyaan siswa pada sikluspertama mencapai 77%, pada siklus kedua mencapai 90% taraf keberhasilanberada pada tingkat kualitas tinggi ( > 80% ) dan ada peningkatan sebesar 13%dari siklus pertama. Sedangkan Ketuntasan belajar ekonomi siswa jugamengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 65,7% dan padasiklus kedua menjadi sebesar 82%.Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwapenerapan model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) TipeTimeToken Arends dapat meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuanmenjawab pertanyaan, dan ketuntasan belajar siswa Kelas X-1 SMA Negeri 9Malang. Oleh karena itu model Pembelajaran Kooperatif Tipe TimeToken Arendsdapat menjadi salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkanpada mata pelajaran ekonomi atau mata pelajaran lain yang sesuai untukmeningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan, danketuntasan belajar siswa.