Kesalahan komunikasi matematis tulis siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan scaffolding-nya / Devi Rahayu Agustin
Main Author: | Agustin, Devi Rahayu |
---|---|
Other Authors: | 1. Toto Nusantara ; 2. Sukoriyanto |
Format: | PeerReviewed |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika
, 2022
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://mulok.library.um.ac.id/oaipmh/../home.php?s_data=Skripsi&s_field=0&mod=b&cat=3&id=111545 |
Daftar Isi:
- Komunikasi matematis tulis merupakan alat yang digunakan siswa untuk menyampaikan gagasan berupa kata-kata simbol atau gambar diagram dan sebagainya yang dapat dituangkan melalui tulisan. Untuk mengetahui komunikasi matematis tulis siswa maka siswa perlu diberikan suatu permasalahan berupa soal cerita. Soal cerita merupakan soal yang memuat kalimat panjang simbol angka atau gambar sehingga dalam prosesnya siswa perlu mengubah dalam bentuk simbol matematika. Peneliti juga melakukan studi pendahuluan tentang bagaimana siswa menyelesaikan soal cerita. Melalui komunikasi matematis tulis siswa dapat diketahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Lebih lanjut masih sedikitnya peneliti yang mengkaji tentang kesalahan komunikasi matematis tulis siswa. Hasil dari kesalahan komunikasi matematis tulis siswa dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperbaiki dengan memberikan scaffolding. Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan oleh peneliti kepada siswa yang mengalami kesalahan dalam proses menemukan jawaban. Oleh karena itu penting untuk dilakukannya penelitian yang berjudul Kesalahan Komunikasi Matematis Tulis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita dan Scaffolding-Nya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan komunikasi matematis tulis siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada operasi dua himpunan dan mendeskripsikan proses scaffolding yang tepat untuk mengatasi kesalahan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada operasi dua himpunan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 18 siswa kelas VIII B MTs Nurul Ulum Candipuro. Pemilihan subjek berdasarkan siswa menjawab soal cerita dengan lengkap melakukan kesalahan komunikasi matematis tulis dan mampu berkomunikasi dengan baik. Kemudian dipilih subjek yang mewakili dari masing-masing kelompok tinggi kelompok sedang dan kelompok rendah untuk dilakukan wawancara dan scaffolding. Wawancara yang digunakan adalah semi terstruktur dan scaffolding yang digunakan mengacu pada scaffolding Anghileri (2006) level kedua yaitu explaining reviewing dan restructuring. nbsp Hasil penelitian ini menunjukkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh masing-masing kelompok tinggi kelompok sedang dan kelompok rendah. Siswa dari kelompok tinggi melakukan kesalahan memahami dan kesalahan transformasi. Kesalahan memahami ditunjukkan ketika siswa tidak dapat mengubah kalimat dalam bentuk simbol matematika. Sebab siswa memiliki kebiasaan yang telah diajarkan oleh guru untuk menuliskan semua informasi yang terdapat dalam soal cerita. Sedangkan kesalahan transformasi ditunjukkan ketika siswa tidak menuliskan model matematika. Sedangkan siswa dari kelompok sedang melakukan kesalahan memahami kesalahan transformasi kesalahan penulisan jawaban dan kesalahan kecerobohan. Kesalahan tersebut terjadi ditunjukkan ketika siswa dalam menyelesaikan soal cerita menuliskan perhitungan secara langsung. Sedangkan kesalahan penuliskan jawaban ditunjukkan ketika siswa tidak menuliskan kesimpulan dengan jelas. Lebih lanjut siswa dari kelompok rendah melakukan kesalahan membaca kesalahan memahami kesalahan transformasi kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Kesalahan tersebut ditunjukkan ketika siswa menuliskan hasil pekerjaannya berupa siswa menuliskan perhitungan secara singkat dan menggambarkan diagram Venn yang tidak sesuai dengan konsep. Scaffolding yang digunakan untuk membantu siswa memperbaiki jawabanya berupa scaffolding level 2 yaitu explaining reviewing dan restructuring. Scaffolding untuk memperbaiki kesalahan siswa dari kelompok tinggi yakni reviewing dan restructuring untuk memperbaiki kesalahan memahami sedangkana restructuring untuk memperbaiki kesalahan transformasi. Scaffolding untuk memperbaiki kesalahan siswa dari kelompok sedang yakni reviewing dan restructuring untuk memperbaiki kesalahan memahami sedangkana restructuring untuk memperbaiki kesalahan transformasi. Namun kesalahan kecerobohan dalam menuliskan kesimpulan tidak memerlukan pemberian scaffolding. Scaffolding untuk memperbaiki kesalahan siswa dari kelompok rendah yakni explaining reviewing dan restructuring untuk memperbaiki kesalahan membaca dan kesalahan memahami. Bentuk scaffolding berupa explaining reviewing dan restructuring untuk memperbaiki kesalahan transformasi. Bentuk scaffolding berupa explaining dan restructuring untuk memperbaiki kesalahan keterampilan proses. Bentuk scaffolding berupa explaining dan reviewing untuk memperbaiki kesalahan penulisan jawaban.