FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI PUSKESMAS ATINGGOLA KECAMATAN ATINGGOLA KABUPATEN GORONTALO UTARA TAHUN 2013-2014
Main Author: | Telie Sartika Palu |
---|---|
Format: | Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Muhammadiyah Gorontalo, FIKES
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.umgo.ac.id//index.php?p=show_detail&id=214 |
Daftar Isi:
- Atinggola merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara dengan peringkat kelima tertinggi kejadian malaria setelah dulukapa, Tolinggula, Sumalata dan Anggrek, dengan kasus kejadian malaria sebanyak 29 penderita. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita yang datang berobat di puskesmas Atinggola. Sampel dipilih dengan cara Exchausive Sampling, didapat 58 sampel dimana 29 kasus dan 29 kontrol. Analisis Data dengan Uji Odd Ratio. Hasil analisis menunjukan urutan faktor yang mempunyai risiko kejadian malaria di Puskesmas Atinggola adalah Kebersihan (OR = 3,578), Kondisi rumah dalam hal ini kerapatan dinding rumah (OR = 5,134), Ventilasi Rumah(OR = 5,143),Penggunaan kelambu (OR =12,278) dan Penggunaan obat anti nyamuk (OR = 3,148). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rumah yang kotor mempunyai risiko 3,578 , kondisi rumah dalam hal ini rumah yang tidak rapat mempunyai risiko 5,134, ventilasi rumah yang tidak menggunakan kawat kassa mempunyai risiko 5,143, yang tidak menggunakan kelambu pada saat tidur dimalam hari mempunyai risiko 12,278 dan yang tidak menggunakan obat anti nyamuk mempunyai risiko 3,148 untuk mengalami kejadian malaria. Diharapkan petugas kesehatan setempat untuk memberikan informasi lebih kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui lebih banyak tentang pencegahan malaria.
- 29 x 21 cm