PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DENGAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti
Main Authors: | BP.Suryosunianto,dr.,SpB, Luthfi Nurlela fuadi, dr., M.Kes, Ranti Fajriasari Respati 4111111044 |
---|---|
Format: | Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Fk Unjani Press
, 2015
|
Online Access: |
http://103.10.61.12/elibrary/index.php?p=show_detail&id=69564 |
Daftar Isi:
- Nyamuk Ae. aegypti adalah vektor beberapa penyakit, diantaranya yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya, dan filariasis. Pengendalian menggunakan insektisida kimia secara berulang menimbulkan resistensi terhadap nyamuk ini sehingga digunakan cara alternatif yang aman dengan menggunakan insektisida alami, yaitu daun pegagan (Centella asiatica) dan daun bandotan (Ageratum conyzoides). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak etanol daun pegagan dan daun bandotan terhadap larva Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dianalisa dengan uji One Way Anova, uji Duncan, dan uji Probit. Konsentrasi yang digunakan pada kedua ekstrak tersebut yaitu 0,0015%, 0,002%, 0,0025%, 0,003%, 0,0035%, 0,004%, 0,005%, 0,006%, dan 0,007%. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 0,0015% daun bandotan sudah menunjukkan adanya kematian larva sebesar 65%, sedangkan pada daun pegagan mulai menunjukkan adanya kematian larva pada konsentrasi 0,003% sebesar 46%. Hasil analisis dengan menggunakan uji One Way Anova menunjukkan bahwa ada pengaruh yang berbeda pada setiap konsentrasi ekstrak daun pegagan dan daun bandotan terhadap kematian larva Ae. aegypti dengan p