PENILAIAN GANGGUAN KOGNITIF PASIEN CEDERA KEPALA MENGGUNAKAN TES ORIENTASI DAN AMNESIA GALVESTON Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dustira, Cimahi Periode Oktober 2014‒Januari 2015
Main Authors: | Nurbaiti Nazarudin,dr.,SpTHT-KL.,M.Kes, Yustiani Dikot, dr., Sp.S(K), Endang Intan Susanti/4111111013 |
---|---|
Format: | Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Fk Unjani Press
, 2015
|
Online Access: |
http://103.10.61.12/elibrary/index.php?p=show_detail&id=69517 |
Daftar Isi:
- Cedera kepala merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang tinggi pada usia produktif. Distribusi kasus cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia antara 15‒44 tahun, dan didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Penyebab tersering cedera kepala di Indonesia adalah kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala dapat menyebabkan komplikasi neurologis yaitu gangguan kognitif, akibatnya dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan kognitif pasien cedera kepala dengan GCS 15. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 30 pasien cedera kepala dengan GCS 15 di RS Dustira, Cimahi periode Oktober 2014‒Januari 2015. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan Tes Orientasi dan Amnesia Gaslveston (TOAG). Hasil penelitian menunjukkan distribusi cedera kepala berdasarkan jenis kelamin, laki-laki (70%) lebih banyak dari perempuan (30%) dan menurut usia paling banyak usia 26‒35 tahun. Tingkat pendidikan responden paling banyak tingkat pendidikan menengah, sebesar 70%. Kecelakaan lalu lintas (66,7%) adalah penyebab tersering cedera kepala. Persentase pasien cedera kepala yang mengalami gangguan kognitif sebesar 13,3%, gangguan kognitif yang lebih menonjol yaitu gangguan memori. Pasien dengan usia >55 tahun mengalami gangguan kognitif sebanyak 3 responden, gangguan kognitif terjadi sama banyak pada pasien laki-laki maupun perempuan, dan gangguan kognitif terjadi pada tingkat pendidikan rendah dan menengah. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil pemeriksaan fungsi kognitif menggunakan TOAG menunjukkan bahwa terjadi gangguan kognitif pada pasien cedera kepala dengan GCS 15.Kata Kunci: cedera kepala, fungsi kognitif, TOAG, gangguan kognitif