Perbandingan Karakteristik Pembakaran Droplet Antara Biodiesel Kemiri Sunan Dengan Penambahan Etanol Dan Metanol Serta Variasi Penambahan Tekanan Di Ruang Bakar

Main Author: Irhamdani, Zulfahmi
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2017
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/3281/1/Zulfahmi%20Irhamdani.pdf
http://repository.ub.ac.id/3281/
Daftar Isi:
  • Saat ini, bila dilihat dari kondisi yang ada di masyarakat, ketergantungan terhadap sumber energi dan bahan bakar fosil masih sangat tinggi sebagai sumber energi utama. Penggunaan sumber energi dan bahan bakar fosil seakan-akan tak tergantikan di masyarakat dalam membantu proses kehidupan sehari-hari. Ketergantungan terhadap sumber energi dan bahan bakar fosil yang sangat tinggi menyebabkan cadangan sumber energi dan bahan bakar ini semakin lama akan terus semakin berkurang. Data statistik dari British Petroleum Statistical Review of World Energy 2016 menyatakan bahwa di Indonesia, diperkirakan produksi minyak bumi hanya sekitar 825.000 barrel/hari, sedangkan untuk jumlah konsumsi di Indonesia mencapai 1,63 juta barrel/hari. Sehingga sumber bahan bakar alternatif sangat diperlukan. Salah satu sumber bahan bakar alternatif yang sedang dikembangkan saat ini adalah bahan bakar dari minyak nabati. Kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) merupakan salah satu tanaman non-pangan yang sangat berpotensi menjadi bahan baku pembuatan bahan bakar minyak nabati. Namun penggunaan bahan bakar minyak nabati kemiri sunan murni tidak dianjurkan digunakan secara langsung pada mesin diesel, karena kekentalan atau viskositas yang dimiliki minyak nabati masih terlalu tinggi. Nilai viskositas yang tinggi dapat mengakibatkan penyumbatan di pompa injector. Selain itu, nilai viskositas yang tinggi, menyebabkan daya atomisasi yang rendah yang dimiliki bahan bakar. Maka dari itu, untuk menurunkan nilai viskositas yang dimiliki minyak nabati, minyak nabati perlu diubah menjadi produk lain dengan nilai viskositas yang lebih rendah. Salah satu cara untuk menurunkan nilai viskositas yang dimiliki minyak nabati adalah dengan merubahnya menjadi biodiesel. Pada penelitian ini dilakukan pengujian karakteristik pembakaran droplet antara biodiesel minyak kemiri sunan dengan penambahan etanol dan metanol serta variasi penambahan tekanan di ruang bakar. Pada penelitian ini, konsentrasi etanol dan metanol yang ditambahkan pada biodiesel minyak kemiri sunan sebanyak 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% berdasarkan pada persentase volume. Dan tekanan yang ditambahakan ke ruang bakar sebesar 0 bar, 2 bar, dan 4 bar. Peralatan yang digunakan adalah heater dengan daya 100 watt dan ruang uji bakar dengan suhu berkisar 25-30°C. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa penambahan alkohol, baik berupa metanol atau etanol berpengaruh terhadap karaketeristik pembakaran droplet minyak biodiesel kemiri sunan. Penambahan metanol atau etanol meningkatkan ignition delay dan burning rate. Tetapi penambahan alkohol menurunkan nilai temperatur pembakaran, tinggi api, dan lebar api. Dan penambahan tekanan di ruang bakar mempengaruhi karakteristik pembakaran droplet minyak biodiesel kemiri sunan. Penambahan tekanan di ruang bakar menyebabkan meningkatnya ignition delay, burning rate, dan temperatur pembakaran. Tetapi penambahan tekanan di ruang bakar menyebabkan turunnya nilai tinggi api dan lebar api.