Kemoterapi Paliatif dan Ibandronic Acid Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Metastasis Tulang

Main Author: Pamula, Arshybhara Fikri
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2017
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/192216/1/Arshybhara%20Fikri%20Pamula.pdf
http://repository.ub.ac.id/id/eprint/192216/
Daftar Isi:
  • Metastase tulang merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada penderita kanker, terjadi pada 70 % penderita dengan kanker payudara stadium lanjut. Metastase tulang dapat menyebabkan nyeri hebat, fraktur patologik, hiperkalsemia yang mengancam jiwa dan kompresi spinal cord. Metastase tulang merupakan komplikasi yang serius dan memerlukan biaya pengobatan yang tinggi. Beberapa faktor berperan dalan terjadinya metastase kanker ke tulang antara lain aliran darah yang banyak pada sumsum tulang serta sel kanker menghasilkan molekul adhesi yang menyebabkan menempelnya sel kanker pada sel stroma sumsum tulang dan matriks tulang dimana proses adhesi ini menyebabkan meningkatnya produksi faktor-faktor angiogenik dan faktor-faktor resorpsi tulang yang akan meningkatkan pertumbuhan kanker di tulang. Kemoterapi digunakan sebagai pengobatan utama bagi penderita kanker payudara yang kankernya telah menyebar di luar payudara dan daerah axilla, baik ketika didiagnosis atau setelah melakukan pengobatan awal dengan tujuan menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada penderita kanker payudara, Ibandronic Acide mempunyai beberapa kegunaan yaitu : mencegah atau menghambat terjadinya komplikasi skleletal pada penderita dengan metastase tulang, mengurangi nyeri tulang, terapi hiperkalsemia, memperlambat terjadinya metastase tulang pada penderita kanker payudara stadium dini dengan risiko tinggi (sebagai terapi ajuvan), mencegah terjadinya kehilangan massa tulang yang menyertai terapi ajuvan sistemik dan efek sitotoksik langsung terhadap sel kanker. Kualitas hidup adalah keadaan yang dipersepsikan terhadap keadaan seseorang sesuai konteks budaya dan sistem nilai yang dianutnya, termasuk tujuan hidup dan harapan.17 Hal tersebut meliputi gejala fisik, kemampuan fungsional, kesejahteraan keluarga, spiritual, fungsi sosial, kepuasan terhadap pengobatan, orientasi masa depan, kehidupan seksual termasuk gambaran terhadap diri sendiri dan fungsi dalam bekerja Penelitian cohort dilakukan selama 1 tahun. Pasien kanker payudara metastase tulang dilakukan pengukuran kualitas hidup dengan City of Hope Quality of Life Questionnaire dan dilakukan kombinasi kemoterapi intravena dan Ibandronic Acid intravena selama 6 siklus dan setelahnya dilakukan pengukuran kembali kualitas hidup pasien tersebut dengan City of Hope Quality of Life Questionnaire dan dilakukan uji statistik dengan paired T-Test dan didapatkan 23 sampel wanita. . Ada 4 variabel dalam kuesioner ini yaitu fisik, psikologi, sosial dan spiritual. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode uji beda rata-rata yaitu paired t-test. Sebelum dilakukan pengujian tersebut, ada asumsi yang mendasari yaitu normalitas dengan menggunakan uji Shapirowilk. Jika data yang digunakan tidak memenuhi asumsi, maka dilakukan pengujian pengganti, yaitu uji wilcoxon. Untuk variabel fisik didapatkan rata-rata nilai pre 26.826 ± SD 8.907 dan post 48.348 ± SD 5.474 dengan signifikansi 0.000. Variabel psikologi didapatkan rata-rata nilai pre 71.478 ± SD 15.412 dan post 126.348 ± SD 16.019 dengan signifikansi 0.000. Variabel sosial didapatkan rata-rata nilai pre 28.783 ± SD 7.230 dan post 50.261 ± SD 6.144 dengan signifikansi 0.000. Variabel spiritual didapatkan rata-rata nilai pre 32.522 ± SD 10.409 dan post 41.435 ± SD 6.074 dengan signifikansi 0.007. Dari 4 variabel tersebut didapatkan signifikansi < 0.05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas hidup penderita kanker payudara metastase tulang