Representasi Deep Ecology dalam Antologi Cerpen Teenlit Kekasih yang Takut Cacing Karya Reni Erina
Main Authors: | Fitriana, Lutfia., Fitriana, Lutfia., Dr. Sony Sukmawan, S.Pd.,M.Pd. |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2021
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ub.ac.id/188088/1/-%20Lutfia%20Fitriana.pdf http://repository.ub.ac.id/188088/ |
Daftar Isi:
- Deep Ecology sebagai sebuah gerakan sosial menuntut suatu etika baru untuk mengatasi krisis ekologi. Etika lingkungan yang dianut oleh Deep Ecology adalah etika praktis sebagai sebuah gerakan, sehingga prinsip-prinsip etis di dalamnya harus diimplementasikan melalui aksi nyata dan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mengenai etika lingkungan yang terkandung dalam Deep Ecology sangat penting ditanamkan pada generasi remaja sebagai pedoman bagaimana manusia harusnya berperilaku terhadap alam. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan representasi prinsip-prinsip Deep Ecology, yaitu prinsip Kesederajatan (Biospheric Egalitarianism) dan Non-Antroposentrisme dalam antologi cerpen Teenlit Kekasih yang Takut Cacing karya Reni Erina. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan secara jelas dan rinci representasi Deep Ecology yang terkandung pada deskripsi, narasi, dialog dan monolog dalam antologi cerpen. Sumber data penelitian ini yaitu antologi cerpen Teenlit Kekasih yang Takut Cacing karya Reni Erina yang terdiri dari 15 judul cerpen, terbitan PT Elex Media Komputindo pada tahun 2014. Hasil dari penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa antologi cerpen Teenlit banyak merepresentasikan prinsip etis Deep Ecology, terutama prinsip Kesederajatan (Biospheric Egalitarianism) dan Non-Antroposentrisme melalui cerita-ceritanya yang imajinatif dengan gaya bahasa yang cukup ringan, dan menghadirkan tokoh-tokoh ideal yang peduli lingkungan, sehingga dapat dikatakan bahwa antologi cerpen Teenlit Kekasih yang Takut Cacing karya Reni Erina adalah bacaan yang layak dijadikan sebagai media penanaman dan pembentukan karakter cinta lingkungan kepada para pembacanya, yaitu generasi remaja.