Pengaruh Tanda-tanda Berahi saat Inseminasi Buatan (IB) terhadap Keberhasilan Kebuntingan pada Sapi Peranakan Simmental Di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

Main Author: Septika, Rizqi Ria
Format: Thesis NonPeerReviewed
Terbitan: , 2019
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/175997/
Daftar Isi:
  • Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat wilayah kerja inseminator Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 20 September 2018 sampai dengan 6 Januari 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan tanda-tanda berahi terhadap keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Peranakan Simmental di Kecamatan Purwoharjo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi pemerintah dan bahan rekomendasi sekaligus sebagai bahan acuan bagi pengambilan keputusan pelaksanaan IB dalam mendeteksi berahi dan meningkatkan keberhasilan kebuntingan sapi Peranakan Simmental. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk sapi Peranakan Simmental berbagai paritas dengan tanda-tanda berahi pada 3A (merah, bengkak, hangat) berjumlah 30 ekor dan 3A+berlendir (Merah, bengkak, hangat dan berlendir) berjumlah 30 ekor. Kriteria induk sapi yaitu sehat dan memperlihatkan tanda-tanda berahi yang jelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah survey. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan syarat responden merupakan akseptor IB dan memiliki induk sapi Peranakan Simmental yang tidak memiliki gangguan reproduksi. Variabel penelitian yang diamati meliputi Non-Return Rate (NRR), Conception rate (CR), dan Service per Conception (S/C). Data yang diperoleh di rata-rata, dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai NRR21 sapi Peranakan Simmental pada kondisi berahi 3A dan 3A+berlendir berurut-turut yaitu 63,33±0,49% dan 43,33±0,50%. Nilai CR pada kondisi berahi 3A dan 3A+berlendir berturut-turut yaitu 63,33±0,49% dan 43,33±0,50%. Nilai S/C pada berahi 3A dan 3A+berlendir berturut-turut yaitu 1,4±0,56 kali dan 1,63±0,61 kali. Hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan bahwa kondisi berahi terdapat perbedaan yang nyata terhadap nilai NRR dan CR yang diharapkan (P<0,05), sedangkan kondisi berahi tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap nilai S/C yang diharapkan (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi berahi 3A mendapatkan hasil yang sesuai dengan nilai harapan, sedangkan kondisi berahi 3A+berlendir mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan nilai harapan NRR, CR, dan S/C pada sapi Peranakan Simmental. Saran dari hasil penelitian ini adalah sebaiknya pemerintah atau Dinas Peternakan lebih memperhatikan dan memperbaiki faktor-faktor kegagalan dari inseminasi buatan dan inseminator dapat mensosialosasikan tentang deteksi berahi yang tepat sebelum dilakukan inseminasi untuk meningkatkan keberhasilan kebuntingan Sapi Peranakan Simmental.