Implementasi Kebijakan Tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (Ksct) ( Studi di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pacitan)

Main Author: Lestari, Santi Endah
Format: Thesis NonPeerReviewed
Terbitan: , 2017
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/175495/
Daftar Isi:
  • Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah masih terjadinya kesenjangan kesejahteraan antara masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan (w ilayah bagian utara) dan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir (w ilayah bagian selatan). Kesenjangan ini ditunjukkan dengan lebih tingginya jumlah penduduk miskin yang ada di Kaw asan agropolitan daripada jumlah penduduk miskin yang ada di kaw asan pariw isata. Disamping itu jumlah industri di kaw asan pariw isata lebih banyak dibandingkan kaw asan agropolitan. Tesis yang berjudul Implementasi Kebijakan Kaw asan Strategis Cepat Tumbuh Kabupaten Pacitan (Studi di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) memiliki rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana proses implementasi kebijakan pengembangan kaw asan strategis cepat tumbuh (KSCT) dilaksanakan di Kabupaten Pacitan? Bagaimana hasil dari implementasi kebijakan pengembangan Kaw asan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten Pacitan? Selanjutnya tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi kebijakan pengembangan Kaw asan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten Pacitan dilaksanakan sampai dengan tahun 2016; Untuk mengetahui hasil kebijakan Kaw asan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten Pacitan. Metode yang digunakan adalah dengan model proses implementas i kebijakan Grindle (1980) dan model interkatif Miles, Huberman dan Saldana (2014) digunakan untuk menganalisa data. Sedangkan teknik pengumpulan data didapatkan dari hasil w aw ancara dengan informan, studi dokumen, dan observasi. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahw a implementasi kebijakan KSCT di Kabupaten Pacitan berjalan kurang optimal dan baru mampu mengembangkan satu kaw asan pariw isata saja. Hal ini dikarenakan content program sebagian besar ditujukan untuk pengembangan kaw asan pariw isata sehingga sasarannya lebih banyak kepada pelaku yang ada di kaw asan pariw isata. Perubahan yang diinginkan adalah terjadi peningkatan pertumbuhan pada potensi unggulan yang menunjang par iw isata. Selain itu hampir seluruh aktor yang dilibatkan (OPD) menunjang kepada sektor par iw isata begitu juga dengan sumber daya (dana) diarahkan untuk infrastruktur penunjang pariw isata. Pengaruh prioritas pusat (RIPNAS) menjadi faktor dominan yang mempengaruhi lingkungan (context) implementasi. Par iw isata adalah sektor yang mampu menunjang PAD sehingga hal ini berkaitan dengan target capaian kiner ja kepala daerah (kepentingan politis) selain target pertumbuhan ekonomi. Hasil yang diperoleh tampak pada perkembangan daerah-daerah w isata. Sehingga Impact bagi masyarakat di kaw asan yang berhasil tumbuh adalah tersedianya peluang-peluang usaha baru dan kelompok-kelompok usaha binaan pemerintah di sektor pariw isata. Namun dampak negatif sebagai akibat kebijakan ix “proritas program” adalah masih memunculkan adanya kesenjangan pendapatan dan kesempatan kerja bagi masyarakat yang tinggal di kaw asan agropolitan.