Perbedaan Karakteristik Membran Belimbing Wuluh yang Diimpregnasi dengan Zeolit dan CaCO3

Main Author: Hardiyan, Iman Ahmadi
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2018
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/168797/1/Iman%20Ahmadi%20Hardiyan%20%282%29.pdf
http://repository.ub.ac.id/168797/
Daftar Isi:
  • Belimbing wuluh merupakan salah satu buah yang mengandung polimer selulosa, hemiselulosa, dan pektin sehingga dapat dijadikan membran yang dapat dimodifikasi untuk memperoleh sifat membran spesifik, yaitu dengan melakukan impregnasi menggunakan zeolit dan CaCO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan zeolit dan CaCO3 secara impregnasi terhadap sifat membran belimbing wuluh. Pembuatan membran dilakukan dengan merendam buah belimbing wuluh yang telah berbentuk lembaran menggunakan suspensi zeolit dan CaCO3 dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan dilakukan press menggunakan hydraullic press pada temperatur 500C. Membran kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan uji swelling, uji porositas berdasarkan densitas, uji bubble point, dan uji FT-IR. Hasil uji menunjukkan bahwa membran-zeolit mengalami peningkatan laju adsorpsi terhadap aquades yang menunjukkan membran bersifat hidrofilik, mengalami perubahan densitas dimensi dan piknometer secara signifikan hingga konsentrasi 10%, mengalami penurunan ukuran pori dengan bertambahnya konsentrasi, dan terdapat peak pada 702 cm-1 yang menunjukkan AlO4 tetrahedral dan 459 cm-1 yang menunjukkan SiO4 tetrahedral. Sebaliknya membran-CaCO3 mengalami penurunan laju adsorpsi terhadap aquades yang menunjukkan membran bersifat hidrofobik, mengalami perubahan densitas piknometer dan dimensi sebanding dengan konsentrasinya, menunjukkan peningkatan ukuran pori dengan bertambahnya konsentrasi, menunjukkan peak IR pada 708 cm-1 yang menunjukkan gugus Ca-O dan pada 876 cm-1 yang menunjukkan adanya partikel CaCO3.