Pengaruh Persentase Alkali dan Upset Time Perlakuan Serat Pangkal Pelepah Daun Pinang (Areca Catechu) terhadap Sifat Mekanis Komposit Polimer
Main Author: | Betan, AgustinusDeka |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed |
Terbitan: |
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ub.ac.id/158597/ |
Daftar Isi:
- Pohon pinang ( Areca Catechu ) dikenal sebagai tanaman serba guna karena mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Di daerah NTT pengolahan bagian pohon ini belum maksimal karena masih hanya sebatas sebagai sampah dan bahan baku untuk keperluan memasak. Namun dari hasil pengamatan, ada sebagian kecil masyarakat kepulauan Flores mengoptimalkan sifat mekanis serat pinang sebagai alat tradisional pemecah kulit kemiri serta pengikat tiang maupun atap yang terbuat dari bambu. Berdasarkan penggunaan sifat mekanis serat pinang secara tradisional maka penelitian ini, ingin lebih mengoptimalkannya sebagai penguat material baru (komposit) yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Di samping itu pemanfaatan serat pinang dipicu oleh pemanfaatan limbah tanaman umur panjang dengan tidak memotong pohon pinang sehingga mengurangi efek pemanasan global ( global worming ). Namun serat pinang pada umumnya mempunyai banyak kekurangan bila dibandingkan dengan serat sintetis maupun logam seperti kekuatan rendah pada beban kejut. Untuk meningkatkan kekuatan serat biasanya metode perlakuan yang digunakan yaitu bahan kimia (alkali). Kekuatan serat yang optimun diperoleh melalui penggunaan persentase alkali (NaOH) dan waktu perendaman ( upset time ) yang tepat. Sebelum serat pinang digunakan sebagai penguat komposit, dilakukan perendaman dengan persentase NaOH 4%, 5%, 6% pada upset time 1 dan 2 jam. Komposit dibuat sesuai aturan campuran ( rule of mixture ) yaitu batas yang rendahdari hasil perendaman dan modulus elastis serat tunggal hasil pengujian. Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan kekuatan serat tunggal apabila meningkat persentase 4%, 5% NaOH dengan upset time 1 jam dan menurun di persentase 6% NaOH. Sedangkan pada 4% NaOH selama 2 jam tertinggi kemudian turun pada persentase 5% dan 6%. Hasil pengujian kekuatan tarik serat murni diperoleh sebesar 84 MPa dan serat perlakuan tertinggi terjadi pada persentase 4% NaOH dengan upset time 2 jam sebesar 295 MPa. Kekuatan tarik serat tertinggi ini juga menghasilkan kekuatan tarik komposit yang tertinggi sebesar 36,8 MPa dan terendah terjadi pada persentase 0% sebesar 25,1 MPa. Hasil pengujian bending menunjukkan peningkatan untuk setiap peningkatan persentase dan upset time . Kekuatan bending terbaik terjadi pada persentase 6% NaOH dengan upset time 2 jam sebesar 256 MPa dan terendah terjadi pada 0% NaOH sebesar 100 MPa.