Perbandingan Uji Diagnostik Antara Presepsin Dan Prokalsitonin Pada Sepsis Neonatorum

Main Author: Indriana, Kristin
Format: Thesis NonPeerReviewed
Terbitan: , 2017
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/158573/
Daftar Isi:
  • Latar Belakang. Sepsis neonatorum masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi aterm maupun prematur. Deteksi dini dan inisiasi terapi antibiotik empiris lebih awal dapat menurunkan tingkat kematian. Diagnosis sepsis pada neonatus secara klinis merupakan hal yang sulit, karena kultur darah sebagai pemeriksaan baku emas untuk sepsis memiliki keterbatasan sehingga biomarker sepsis memegang peran penting. Peranan presepsin dalam diagnosis, monitoring terapi dan prognosis pada sepsis masih dilakukan hanya pada subyek penelitian dengan kelompok umur dewasa. Tujuan penelitian. Mengetahui nilai diagnostik presepsin pada sepsis neonatorum. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan sampel dari lima puluh satu neonatus yang memenuhi kriteria SIRS dengan kultur sebagai baku emas dan diteliti di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Kadar presepsin diperiksa dengan metode chemiluminescent enzyme immunoassay, dan prokalsitonin sebagai biomarker pembanding dengan metode enzyme linked immunosorbent assay. Hasil. Nilai diagnostik dianalisis menggunakan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), dan ditentukan nilai cut-off. Sensitifitas, spesifisitas, nilai duga positif, nilai duga negatif, dan akurasi dihitung dengan tabel 2x2. Pada nilai cut-off presepsin sebesar 706,5 pg/ml didapatkan sensitivitas 85,7%, spesifisitas 68,8%, nilai duga positif 85,7%, nilai duga negatif 68,8%, rasio kemungkinan positif 2,75, rasio kemungkinan negatif 0,21, dan akurasi 80,4%. Dan pada nilai cut-off prokalsitonin sebesar 161,33 pg/mL didapatkan sensitivitas 68,6%, spesifisitas 62,5%, nilai duga positif 80%, nilai duga negatif 47,6%, rasio kemungkinan positif 1,83, rasio kemungkinan negatif 0,5, dan akurasi 66,7%. Kesimpulan. Nilai diagnostik presepsin pada penelitian ini lebih baik dibandingkan prokalsitonin.