Perlawanan Masyarakat Desa Harjokuncaran Terhadap Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dalam Studi Kasus Pertanahan di Kabupaten Malang
Main Author: | Aldama, Winda |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2016
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ub.ac.id/122354/1/SKRIPSI_Winda_Aldama_125120601111023.pdf http://repository.ub.ac.id/122354/2/JURNAL_SKRIPSI_Winda_Aldama_125120601111023.pdf http://repository.ub.ac.id/122354/ |
Daftar Isi:
- Permasalahan tanah yang ada di Desa Harjokuncaran tidak terlepas dari kehidupan masyarakat petani yang sedang memperjuangkan hak tanahnya. Hal ini tentu terlihat dari beberapa pandangan tentang penguasaan tanah yang berada di Desa Harjokuncaran. Kepentingan para perjuangan hak tanah memiliki tujuan terkait sebagai lahan tanah yang menjadi profesi petani untuk menghidupi kebutuhan keluarganya. Perlawanan menunjukkan keberadaan para petani tidak akan tinggal diam untuk merebut kembali hak atas tanahnya yang telah di limpahkan dari nenek moyang mereka. Salah satu bentuk peralawanan yang ada di Desa Harjokuncaran yakni dengan melakukan konflik agraria sehingga menimbulkan kekerasaan fisik antara pihak TNI-AD dengan masyarakat Desa Harjokuncaran. Potensi seperti inilah yang terpenting dalam memunculkan suatu gerakan akibat dari keluhan kekecewaan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Harjokuncaran. Setelah di lakukannya perlawanan ini keberadaan mereka telah di akui oleh pemerintah Kabupaten, sehingga saat ini pihak pemerintah Kabupaten telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberi solusi jalan yang terbaik agar terciptanya kehidupan yang tentram, aman dan damai. Melihat kasus yang akan di teliti pada skripsi peneliti menggunakan teori Gerakan Sosial dan Perlawanan Petani, karena akan mengulas tentang bagaimana terbentuk tahapan gerakan sampai dengan implementasinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif sebagai bentuk analisis data yang di dapat lapangan. Adapun proses pengumpulan data yang didukung menggunakan: observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi.