Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wajib Pajak(Studi Persepsi Wajib PajakOrang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu)
Daftar Isi:
- Kualitas pelayanan menjadi salah satu kunci dalam upaya Direktorat Jenderal Pajak dalam meningkatkan penerimaan pajak. Kualitas pelayanan merupakan salah satu bentuk reformasi yang dilakukan dirjen pajak melalui pelayanan prima. Pelayanan prima Direktorat Jenderal Pajak secara tidak langsung akan dapat menanamkan citra positif. Konsep pelayanan prima yang merupakan pelayanan ideal, yang mengadopsi pelayanan terbaik dan universal yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan Direktorat Jenderal Pajak sehingga diharapkan kepuasan Wajib Pajakmenjadi naik dan meningkatkan pernerimaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan kepuasan Wajib Pajak, mengetahui pengaruh variabel keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik secara simultan terhadap variabel kepuasan Wajib Pajak, dan mengetahui pengaruh variabel keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik secara parsial terhadap variabel kepuasan Wajib Pajak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data langsung dari obyek yang diteliti menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada Wajib Pajakdi KPP Pratama Batu. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software statistik SPSS versi 17. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kualitas pelayanan yang terdiri dari variabel keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4) dan bukti fisik (X5) secara simultan terhadap variabel tingkat kepuasan Wajib Pajak(Y). Secara parsial didapat pengaruh yang tidak signifikan antara variabel keandalan (X1) dengan variabel kepuasan Wajib Pajak(Y), sedangkan variabel daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4) serta bukti fisik (X5) masing – masing memiliki hasil pengaruh yang signifikan terhadap variabel kepuasan Wajib Pajak(Y). Variabel jaminan (X3) memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kepuasan Wajib Pajak(Y) dibandingkan dengan variabel lainnya.