Analisis Biaya Standar Sebagai Alat Pengendali Biaya Produksi
Main Author: | Nurazizah, AfifahLutfi |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed |
Terbitan: |
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ub.ac.id/117725/ |
Daftar Isi:
- Pada umumnya dalam menjalani usaha bisnis setiap perusahaan pasti menginginkan suatu tujuan yang ingin dicapai yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal. Keuntungan maksimal ini harus terus meningkat untuk suatu periode karena dimaksudkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan dalam mencapai tujuannya harus melakukan upaya seperti mengendalikan biaya produksi yang dikeluarkan agar pendapatan yang didapat selalu optimal. Mengendalikan biaya produksi ini bisa menggunakan metode biaya standar sebagai alat pengendali biaya produksi pada perusahaan. Tujuan penelitian pada perusahaan Meubel “Wijayanti”, Ngadiboyo, Rejoso, Nganjukpada Tahun 2013, ialah supaya dapat mengetahui penerapan sistem biaya standar pada perusahaan, dan supaya mengetahui varian yang terjadi pada biaya standar dengan biaya sesungguhnya pada perusahaan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada Perusahaan Meubel “Wijayanti”,Ngadiboyo,Rejoso, Nganjuk yang merupakan industri yang usahanya mengolah kayu bulat menjadi kayu gergajian/kayu olahan yang akan diolah lagi menjadi meubel. Peneliti dalam memilih lokasi perusahaan ialah ingin mengetahui sejauh mana penerapan analisis biaya standar yang dapat meningkatkan pengendalian biaya produksi pada perusahaan. Hasil penelitian pada Perusahaan Meubel “Wijayanti” pada tahun 2013 pada analisis biaya bahan baku akibar dari selisih harga bahan baku mengalami kerugian sebesar Rp.980.040, kemudian pada analisis biaya bahan baku akibar dari selisih kuantitas sebesar Rp 1.049.580 (Favourable). Selisih biaya tenaga kerja langsung terdiri dari selisih tarif upah yang memiliki selisih Unfavourable sebesar Rp. 929.000, dan selisih efisiensi upah yang memiliki selisih Favourable sebesar Rp. 8.542.500. kemudian biaya overhead terdiri dari varian terkendali yang bersifat menguntungkan yaitu sebesar Rp.4.296.451, dan varian volume sebesar Rp 0. Perusahaan dalam menetapkan standar harga bahan baku perlu memprediksi harga yang akan terjadi untuk tahun depan yang sesuai dengan yang ditetapkan Perum Perhutani sehingga dapat dijadikan pedoman dalam membuat biaya standar, pada penentuan tarif upah harus dapat mengantisipasi upah minimum yang berlaku di wilayah Nganjuk untuk tahun depan dan lebih baik lagi dinaikkan sedikit sehingga tidak ada selisih yang tidak menguntungkan bagi perusahaan. Kebijakan alokasi terhadap biaya overhead pabrik hendaknya ditinjau ulang sehingga biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan yang dianggarkan tidak mempunyai selisih yang tidak menguntungkan.