Ratio Decidendi Hakim Ma Dalam Menerima Permohonan Peninjauan Kembali Atas Putusan Peninjauan Kembali Perkara Pemalsuan Surat (Analisis Terhadap Putusan Ma Nomor 41 Pk/Pid/2009 Dan Putusan Ma Nomor 18

Main Author: Muzakki, MochammadAlfi
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/112108/1/BAB_1.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_2.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_3.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/3/BAB_5_%2B_DAPUS.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/4/BAB_4.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/5/SKRIPSI_BAGIAN_AWAL_FIX_PRINT.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/
ctrlnum 112108
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><relation>http://repository.ub.ac.id/112108/</relation><title>Ratio Decidendi Hakim Ma Dalam Menerima Permohonan Peninjauan Kembali Atas Putusan Peninjauan Kembali Perkara Pemalsuan Surat (Analisis Terhadap Putusan Ma Nomor 41 Pk/Pid/2009 Dan Putusan Ma Nomor 18</title><creator>Muzakki, MochammadAlfi</creator><subject>340 Law</subject><description>Praktik hukum acara pidana di masyarakat terdapat beberapa permasalahan yang menjadi perdebatan diantara ahli hukum maupun praktisi hukum. Permasalahan ini merujuk pada pelaksanaan hak terpidana dalam melakukan upaya hukum peninjauan kembali. Peninjauan kembali sendiri menurut pasal 268 ayat (3) KUHAP hanya dapat diajukan satu kali, namun dalam praktiknya peninjauan kembali dapat diajukan atas putusan peninjauan kembali. Berdasarkan hal tersebut diatas, tujuan penelitian ini menganalisis ratio decidendi majelis Hakim dalam memberikan pertimbangannya. Selain itu dengan adanya putusan peninjauan kembali atas putusan peninjauan kembali tentunya terdapat implikasi yuridis atas keluarnya putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus (case approach) dan metode perundang-undangan (statute approach). Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan metode interpretasi menurut bahasa (gramatikal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi dari Putusan MA RI No 183 PK/PID/2010 adalah Putusan Majelis Hakim peninjauan kembali MA RI No. 41 PK/PID/2009, mengandung kekeliruan yang nyata karena putusan tersebut dalam mengabulkan permohonan peninjauan kembali Jaksa Penuntut Umum semata-mata berdasarkan kepada putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dalam perkara perdata No. 532/Pdt/2004/PT.Bdg dan putusan MA RI No. 1434 K/Pdt/2005, yang nilai pembuktiannya berdasarkan kebenaran formil. Implikasi yuridis atas putusan MA RI No 183 PK/PID/2010 adalah Mengabulkan permohonan peninjauan kembali Ny. Nyayu Saodah dan membatalkan putusan MA RI No 41 PK/PID/2009. Menyatakan terdakwa Ny. Nyayu Saodah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Saran yang dapat diberikan penulis adalah seorang Hakim MA harus mempunyai intregitas tinggi dan memahami tujuan upaya peninjauan kembali sehingga menghasilkan putusan yang sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri, yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan.</description><date>2014-03-13</date><type>Thesis:Thesis</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/1/BAB_1.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_2.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_3.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/3/BAB_5_%2B_DAPUS.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/4/BAB_4.pdf</identifier><type>Book:Book</type><language>eng</language><identifier>http://repository.ub.ac.id/112108/5/SKRIPSI_BAGIAN_AWAL_FIX_PRINT.pdf</identifier><identifier> Muzakki, MochammadAlfi (2014) Ratio Decidendi Hakim Ma Dalam Menerima Permohonan Peninjauan Kembali Atas Putusan Peninjauan Kembali Perkara Pemalsuan Surat (Analisis Terhadap Putusan Ma Nomor 41 Pk/Pid/2009 Dan Putusan Ma Nomor 18. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya. </identifier><relation>SKR/FH/2014/97/051402356</relation><recordID>112108</recordID></dc>
language eng
format Thesis:Thesis
Thesis
PeerReview:NonPeerReviewed
PeerReview
Book:Book
Book
author Muzakki, MochammadAlfi
title Ratio Decidendi Hakim Ma Dalam Menerima Permohonan Peninjauan Kembali Atas Putusan Peninjauan Kembali Perkara Pemalsuan Surat (Analisis Terhadap Putusan Ma Nomor 41 Pk/Pid/2009 Dan Putusan Ma Nomor 18
publishDate 2014
topic 340 Law
url http://repository.ub.ac.id/112108/1/BAB_1.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_2.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/2/BAB_3.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/3/BAB_5_%2B_DAPUS.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/4/BAB_4.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/5/SKRIPSI_BAGIAN_AWAL_FIX_PRINT.pdf
http://repository.ub.ac.id/112108/
contents Praktik hukum acara pidana di masyarakat terdapat beberapa permasalahan yang menjadi perdebatan diantara ahli hukum maupun praktisi hukum. Permasalahan ini merujuk pada pelaksanaan hak terpidana dalam melakukan upaya hukum peninjauan kembali. Peninjauan kembali sendiri menurut pasal 268 ayat (3) KUHAP hanya dapat diajukan satu kali, namun dalam praktiknya peninjauan kembali dapat diajukan atas putusan peninjauan kembali. Berdasarkan hal tersebut diatas, tujuan penelitian ini menganalisis ratio decidendi majelis Hakim dalam memberikan pertimbangannya. Selain itu dengan adanya putusan peninjauan kembali atas putusan peninjauan kembali tentunya terdapat implikasi yuridis atas keluarnya putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus (case approach) dan metode perundang-undangan (statute approach). Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan metode interpretasi menurut bahasa (gramatikal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi dari Putusan MA RI No 183 PK/PID/2010 adalah Putusan Majelis Hakim peninjauan kembali MA RI No. 41 PK/PID/2009, mengandung kekeliruan yang nyata karena putusan tersebut dalam mengabulkan permohonan peninjauan kembali Jaksa Penuntut Umum semata-mata berdasarkan kepada putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dalam perkara perdata No. 532/Pdt/2004/PT.Bdg dan putusan MA RI No. 1434 K/Pdt/2005, yang nilai pembuktiannya berdasarkan kebenaran formil. Implikasi yuridis atas putusan MA RI No 183 PK/PID/2010 adalah Mengabulkan permohonan peninjauan kembali Ny. Nyayu Saodah dan membatalkan putusan MA RI No 41 PK/PID/2009. Menyatakan terdakwa Ny. Nyayu Saodah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Saran yang dapat diberikan penulis adalah seorang Hakim MA harus mempunyai intregitas tinggi dan memahami tujuan upaya peninjauan kembali sehingga menghasilkan putusan yang sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri, yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan.
id IOS4666.112108
institution Universitas Brawijaya
affiliation mill.onesearch.id
fkp2tn.onesearch.id
institution_id 30
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Universitas Brawijaya
library_id 480
collection Repository Universitas Brawijaya
repository_id 4666
subject_area Indonesian Language Collection/Kumpulan Karya Umum dalam Bahasa Indonesia*
city MALANG
province JAWA TIMUR
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS4666
first_indexed 2021-10-19T08:32:00Z
last_indexed 2021-10-28T07:02:21Z
recordtype dc
_version_ 1751455508466761728
score 17.538404