Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan petani padi pasang surut di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin

Main Author: Ranti Amaliah
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Fak. Pertanian , 2017
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9441
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/PERTANIAN.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi petani padi pasang surut di Kecamatan Tanjung Lago, (2) menghitung tingkat kemiskinan petani padi pasang surut di Kecamatan Tanjung Lago, (3) menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan petani padi pasang surut di Kecamatan Tanjung Lago. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang diperoleh dilapangan diolah secara tabulasi kemudian diuraikan secara deskriptif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Data primer dan data sekunder yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan dua cara yaitu secara kuantiatif dan kualitatif. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan metode tabulasi yang diolah dengan menggunakan program excel. Sedangkan data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mendukung data kuantitatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan petani padi pasang surut dianalisis menggunakan analisis regresi logistik. Kondisi sosial ekonomi di Kecamatan Tanjung Lago mencakup pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Dari segi pendidikan, mayoritas petani padi pasang surut memiliki pendidikan dengan kategori tidak tamat SD sebanyak 45,00%. Dari segi pekerjaan, semua petani padi pasang surut memiliki pekerjaan utama sebagai seorang petani tetapi hanya 25,00% yang memiliki pekerjaan sampingan diluar usahatani seperti berdagang, kuli dan sebagainya. Sedangkan dari segi penghasilan, rata-rata penghasilan petani padi pasang surut dalam usahatani padi sebesar Rp 17.461.733 per tahun, penghasilan usahatani jagung sebesar Rp 7.154.490 per tahun dan penghasilan non usahataninya sebesar Rp 7.430.000 per tahunnya. Sehingga penghasilan total rata-rata yang diterima oleh petani padi pasang surut adalah sebesar Rp 24.616.223 per tahun. Tingkat kemiskinan petani padi pasang surut memiliki persentase 27,50% atau sebanyak 11 petani termasuk dalam kategori miskin berdasarkan Indikator Kemiskinan BPS, sedangkan berdasarkan Indikator Kriteria BKKBN rata-rata petani sampel terrmasuk dalam kategori Sejahtera II dengan skor rata-rata 40,92. Faktor-faktor yang digunakan dalam analisis regresi logistik adalah pendidikan, luas lahan, jumlah tanggungan petani dan umur petani. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berkorelasi secara signifikan dengan kemiskinan pada α = 0,05.
  • x, 65 hlm. : ilus.