Analisis performansi menara pendingin tipe induced draft counter flow

Main Author: Dylan Admiral
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Fak. Teknik , 2016
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9226
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Fak.Teknik.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • Penelitian ini membahas tentang performansi dari menara pendingin tipe induced draftcounter flow. Menara pendingin tipe induced draft counter flow yaitu menara pendinginyang memiliki fan pada bagian atas menara untuk menghisap udara dari lingkungan. Fandigunakan untuk memaksa perpindahan panas secara konveksi antara air yang masuk kemenara pendingin dan udara lingkungan yang terhisap masuk menara pendingin. Udarayang masuk ke dalam menara akan menerima kalor dari air yang disemprotkan ke bawahsehingga terjadi perpindahan kalor dari air ke udara. Analisis dilakukan denganmembandingkan parameter-parameter menara pendingin pada kondisi desain dengankondisi aktual. Menara pendingin yang diteliti terdiri dari 9 cell. Pada masing-masingcell memiliki 1 instalasi fan. Air pendingin yang dihasilkan oleh menara pendingin akandisalurkan menuju 3 unit proses yaitu Ammonia Plant, Urea Plant, dan Utility Plant.Setelah air melewati unit proses dan mengalami kenaikan temperatur, air tersebut akankembali menuju menara pendingin untuk didinginkan kembali. Menara pendingin jugadisuplai oleh Demin Plant untuk menutupi kerugian air yang terjadi akibat penguapan airyang terjadi pada menara pendingin. Setelah dilakukan pengambilan data di lapangandiketahui pada kondisi desain menara pendingin dioperasikan pada laju aliran 26650m3/h sedangkan debit aliran pada kondisi aktual adalah 22286,44 m3/h. Penurunanterjadi pada hampir seluruh parameter performansi menara pendingin. Pada kondisidesain temperatur air masuk menara pendingin yaitu 45,5°C dan temperatur air keluarsebesar 32°C. Sedangkan pada kondisi aktual temperatur air masuk menara pendinginyaitu 37,44°C dan temperatur air keluar sebesar 30,92°C. Hal ini mengakibatkanturunnya temperature range dari 13,5°C menjadi hanya 6,52°C sedangkan temperatureapproach turun dari 4°C menjadi 3,42°C. Penurunan temperatur berpengaruh padaixefektifitas menara pendingin. Efektifitas menara pendingin pada kondisi desain sebesar77,14% mengalami penurunan sebesar 11,55% dari kondisi desain menjadi 65,59%.Beban kalor total menara pendingin juga mengalami penurunan dari 414219,441 kJ/smenjadi 167574,304 kJ/s, hal ini membuktikan bahwa beban kerja menara pendinginkondisi aktual lebih ringan dibandingkan pada kondisi desain. Beban kalor dari menarapendingin dipengaruhi oleh debit aliran air dan temperatur masuk menara pendinginPenurunan Laju aliran air pengganti akibat turunnya laju aliran aktual dan kehilanganpenguapan. Laju aliran air pengganti turun dari 581,553 m3/h menjadi 374,55 m3/h padakondisi aktual.Kata Kunci : menara pendingin, laju aliran, air, udara, efektifitas, air pengganti
  • xxi, 39 hlm. : ilus. ; 30 cm.