Kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan betok (anabas testudineus) yang diberi cacing sutera dikombinasi dengan pakan buatan
Main Author: | Irsyah Rahmi |
---|---|
Format: | Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Fak. Pertanian
, 2016
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=6542 http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/PERTANIAN.jpg.jpg |
Daftar Isi:
- Permasalahan dalam kegiatan pembenihan ikan betok adalah rendahnyakelangsungan hidup dan pertumbuhan pada saat larva. Hal ini berkaitan dengankemampuan larva dalam menerima pakan saat peralihan dari masa endogenousfeeding ke masa exogenous feeding. Pada masa tersebut, pemberrian jenis pakanharus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh larva baik pakan alami, pakan buatan,atau kombinasi keduanya. Pakan alami yang dapat diberikan yaitu cacing sutera,namun ketersediaan cacing sutera di alam terbatas. Oleh karena itu perludilakukan kombinasi cacing sutera dengan pakan buatan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harianlarva ikan betok yang diberi cacing sutera dikombinasi dengan pakan buatan.Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Dasar Perikanan, Program StudiBudidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya pada bulan JanuariMaret 2016. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan limaperlakuan dan tiga ulangan: P1 (pemberian cacing sutera 100% + 0% pakanbuatan), P2 (pemberian cacing sutera 75% + 25% pakan buatan), P3 (pemberiancacing sutera 50% + 50% pakan buatan), P4 (pemberian cacing sutera 25% + 75%pakan buatan) dan P5 (pemberian cacing sutera 0% + 100% pakan buatan).Parameter penelitian meliputi kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian(bobot dan panjang) dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkanbahwa larva ikan betok yang diberi cacing sutera, pakan buatan dan kombinasikeduanya memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan lajupertumbuhan harian (bobot dan panjang) ikan betok. Perlakuan P3 merupakanperlakuan terbaik yang ditunjukkan oleh nilai kelangsungan hidup tertinggisebesar 88,67% dan laju pertumbuhan harian juga tertinggi (bobot 20,16% hari-1dan panjang 8,11%.hari-1). Selama penelitian, kualitas air berada pada kisarantoleransi untuk pemeliharaan larva ikan betok; suhu (27-29 oC), pH (6,2-7,3),oksigen terlarut (4,11-5,50 mg.L-1) dan amonia (0,01-0,21 mg.L-1).
- xiv, 45 hlm. : ilus.