Hubungan hipertensi, diabetes melitus, Dan penyakit jantung koroner dengan kejadian gagal jantung di rsup dr mohammad hoesin palembang

Main Author: M.Arga sena setiawan
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Fak. Kedokteran , 2014
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=3296
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Fak_KEDOKTERAN.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • Latar Belakang: Gagal jantung merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka prevalensi yang tinggi, manifestasi klinis yang buruk, dan biaya perawatan kesehatan yang tinggi. Hipertensi, diabetes mellitus (DM), dan penyakit jantung koroner (PJK) disebut sebagai faktor etiologi gagal jantung pada banyak penelitian. Ketiganya dapat berperan secara tunggal ataupun bersamaan dalam perjalanan penyakit gagal jantung.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi, DM, dan PJK dengan kejadian gagal jantung pada pasien penyakit jantung yang dirawat di RSUP dr. Mohammad Hoesin PalembangMetode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang ini menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien penyakit jantung yang dirawat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama periode Januari–Desember 2012. Rekam medik yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik yang memenuhi kriteria keikutsertaan. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan univariat.Hasil: Pada pasien gagal jantung, yang ditemukan memiliki riwayat hipertensi sebesar 73,3%, riwayat DM sebesar 28,3%, riwayat PJK sebesar 50,6%. Riwayat hipertensi memiliki hubungan bermakna dengan kejadian gagal jantung (p=0,000, OR=1,901, CI95%= 1,351-2,676). Riwayat DM (p=0,060, OR=1,412, CI95%=0,985-2,023) dan PJK (p=0,818, OR=0,964, CI95%=0,704-1,319) menunjukkan hasil yang tidak bermakna. Faktor yang paling berperan pada penelitian ini adalah riwayat hipertensi.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara riwayat hipertensi dan kejadian gagal jantung, sedangkan riwayat DM dan riwayat PJK tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian gagal jantung. Faktor yang paling berperan adalah riwayat hipertensi.
  • xii, ill,; 63 hlm,; 28 cm