Implementasi program bantuan langsung sementara masyarakat (blsm) bagi masyarakat kurang mampu di desa cahayamas kecamatan mesuji makmur kabupaten ogan komering ilir provinsi sumatera selatan pada tahun 2013

Main Author: Agustina Febriyanti
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2015
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=2306
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/fisip.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • ABSTRAKProgram Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) merupakan danaprogram kompensasi jangka pendek atau khusus yang dikeluarkan pemerintah untukmengantisipasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sasaran program ini adalahrumah tangga miskin atau rentan yang berhak menerima bantuan dengan Kartu PerlindunganSosial ( KPS). Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program bantuanlangsung sementara masyarakat terhadap masyarakat kurang mampu di Desa CahayamasKecamatan Mesuji Makmur pada tahun 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian iniadalah teori Ripley dan Franklin yaitu implementasi kebijakan atau program diukur dengantiga indikator antara lain; tingkat kepatuhan, kelancaran rutinitas fungsi, dan terwujudnyakinerja dan dampak yang diinginkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Adapun populasi penelitian iniadalah 295 RTS dengan sampel 45 RTS. Data penelitian ini diperoleh dengan penyebarankuesioner kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat program BLSM. Hasil analisisdan interpretasi data menunjukan bahwa implementasi program BLSM di Desa Cahayamassudah berhasil. Dilihat dari tingkat kepatuhan persentase mencapai 95,46% berhasil,meskipun kenyataannya tidak ada sosialisasi.Tidak adanya sosialisasi dan ketepatan sasaranprogram menyebabkan sasaran program tidak sesuai dan tidak tepat. Persentase kelancaranrutinitas fungsi mencapai 100% berhasil, dilihat dari Sumber daya manusia, keuangan,komunikasi yang dibangun, fasilitas, kesiapan dari pelakasana dan pengawasan. Persentaseterwujudnya kinerja dan dampak yang diinginkan mencapai 75,00% berhasil, tetapi dampakterhadap masyarakat penerima program BLSM atau rumah tangga sasaran itu sendiri belumberhasil. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program BLSM adalah adanya komunikasiyang baik antara pihak pelaksana dengan masyarakat penerima BLSM. Faktor penghambatdalam pelaksanaan program BLSM adalah sikap atau disposisi, dan jarak tempuh lokasipenyaluran program BLSM. Masyarakat kecewa karena program BLSM hanya sementara.Diharapkan temuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kebijakanatau program–program pemerintah yang akan datang.Kata Kunci : Implementasi, Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM),Rumah Tangga Sasaran (RTS).
  • xv, 92 hlm. : tab. : ilus