Hubungan lebar interalar dengan jarak puncak interkaninus rahang atas pada sub ras Deutro-Melayu

Main Author: Annisa Anggita Putri
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Fak. Kedokteran , 2016
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=2253
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/04_FK.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • Latar Belakang. Pembuatan gigi tiruan penuh akan sulit pada pasien tanpa riwayat ekstraksi gigi sebelumnya.Pemilihan metode pengukuran anatomi tubuh lain diperlukan untuk menjadi panduan menentukan lebar gigi guna menunjang nilai estetisnya. Lebar interalar adalah salah satu parameter biometrik dalam menentukan jarak puncak interkaninus rahang atas. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lebar interalar dengan lebar enam gigi anterior yang diukur melalui jarak puncak interkaninus rahang atas pada sub ras Deutro-Melayu. Bahan dan Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 45 sampel sub ras Deutro-Melayu yang dipilih secara pusposive sampling. Pada seluruh sampel dilakukan pencetakan gigi anterior rahang atas untuk memperoleh model rahang yang digunakan untuk mengukur jarak puncak interkaninus kemudian dilakukan pengukuran langsung terhadap lebar interalar. Pengukuran menggunakan jangka sorong digital Freder 6" stainless hardened 0-150 mm. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara lebar interalar dengan jarak puncak interkaninus rahang atas pada sub ras Deutro-Melayu dan nilai perbandingan keduanya adalah 1: 1,04. Data tersebut dianalisis menggunakan uji analisis korelasi Pearson (p
  • xiv, 43 hlm. : ilus.