Analisis Stimulasi Hydraulic Fracturing Sumur GBG-X pada Reservoar Z 1000 A1 Lapangan Gebang PT. Pertamina EP Asset 1 Pangkalan Susu Field Sumatera Utara

Main Author: Rio Putra Vansidik Sitanggang
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Fak. Teknik , 2017
Subjects:
Online Access: http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=10741
http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/FT.jpg.jpg
Daftar Isi:
  • Sumur GBG-X telah dilakukan stimulasi hydraulic fracturing pada 18 sampai 20 Februari 2014 untuk meningkatkan produksi namun ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan sehingga sumur dishutdown pada 07 Juli 2014. Dari hasil pengamatan tahapan-tahapan stimulasi didapatkan informasi bahwa pelaksanaan stimulasi berjalan lancar tanpa ada kendala sehingga menghasilkan rekahan dengan ukuran panjang 118,1 meter, ukuran lebar 0,12 inch dan tinggi rekahan 12,90 meter. Setelah dilakukan analisis tekanan injeksi (STP) diketahui ternyata tekanan injeksi yang diberikan terdapat kekurangan sebesar 893,113 psi dari kebutuhannya yang sebesar 4491,113 psi. Kekurangan tekanan injeksi menyebabkan tekanan bersih (P net) yang dihasilkan bernilai negatif yaitu sebesar -763,023 psi. Nilai tekanan bersih yang berada dibawah nol psi berarti menandakan bahwa rekahan akan tertutup kembali nantinya. Hasil analisis jumlah kebutuhan fluida perekah dan proppant didapatkan jumlah kebutuhan fluida perekah (V pad) dan massa proppant (m propp) untuk membentuk rekahan dan mengganjalnya agar berbentuk seperti ukuran desain adalah sebanyak 8740,76 gal fluida perekah dan 78666,84 lbm proppant. Jika dibandingkan dengan jumlah aktual yang diberikan maka terdapat kelebihan fluida perekah sebanyak 259,24 gal dan kekurangan proppant sebanyak 46666,84 lbm. Hasil analisis rekahan yang terbentuk didapatkan bahwa keadaan rekahan yang terbentuk adalah tidak mencapai ukuran desainnya atau target yang diinginkan. Hal tersebut dapat diketahui dari analisis ukuran rekahan, nilai konduktivitas rekahan (Fcd) dan kelipatan kenaikan produktivitas rekahan (J/Jo). Setelah dianalisis ukuran rekahan atau ukuran geometri rekahan yang terbentuk ternyata memiliki kekurangan 1,87 m untuk panjang sayap rekahan, kekurangan 0,28 inch untuk lebar dan kekurangan 7,62 m untuk tinggi rekahan. Nilai konduktivitas rekahan (Fcd) yang terbentuk ternyata terdapat kekurangan sebesar 6,95 dari target yang sebesar 10. Besar kelipatan kenaikan produktivitas (J/Jo) setelah rekahan terbentuk ternyata terdapat kekurangan 20,2 kali dari tergetnya sebesar 31 kali kelipatan setelah rekahan terbentuk nantinya. Dari analisis kemampuan reservoar berproduksi yang dilihat dari kurva inflow performance relationsip (IPR) didapatkan terjadi penurunan kemampuan reservoar yang ditandai bergesernya kurva IPR setelah stimulasi kesebelah kiri kurva IPR sebelum stimulasi dengan laju produksi maksimum (Qmaks) setelah stimulasi sebesar 25,87 bfpd dan sebelum stimulasi 61,15 bfpd yang berarti terjadi penurunan sebesar 35,28 bfpd. Kata kunci : Tekanan injeksi, fluida perekah, proppant, rekahan, kurva IPR
  • xv, 102 hlm. : ilus